Ini 4 Ciri-ciri Kamu Suka Menunda Pekerjaan, Ayo Ngaku!

CNN Indonesia
Minggu, 18 Okt 2026 13:55 WIB
Ilustrasi pekerja kreatif
Ilustrasi. Ciri-ciri orang yang sering menunda pekerjaan. (iStock/mangpor_2004)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Pernah merasa memiliki banyak waktu untuk menyelesaikan pekerjaan, tetapi justru terus menundanya hingga mendekati tenggat waktu? Kebiasaan ini bisa muncul karena berbagai alasan, mulai dari rasa malas, kesulitan menentukan prioritas, hingga keinginan menunggu suasana hati yang tepat untuk mulai bekerja.

Akibatnya, tugas yang sebenarnya bisa diselesaikan lebih awal justru menumpuk dan terasa semakin membebani, lho.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika kamu sering mengalami hal tersebut, ada beberapa ciri-ciri kamu suka menunda pekerjaan yang bisa dikenali dari kebiasaan sehari-hari. Misalnya, kamu cenderung menghindari tugas penting, mudah terdistraksi, atau baru mulai bekerja ketika tenggat waktu sudah semakin dekat.

Jika terus berulang, kebiasaan ini tidak hanya menghambat produktivitas, tetapi juga bisa meningkatkan stres dan memengaruhi kinerja di tempat kerja.

Ciri-ciri kamu suka menunda pekerjaan

Menunda pekerjaan sesekali tidak selalu menjadi masalah. Namun, jika kebiasaan tersebut terus berulang hingga menghambat penyelesaian tugas, ada beberapa tanda yang perlu kamu kenali. Simak ciri-ciri kamu suka menunda pekerjaan di sini.

1. Sering menghindari tugas penting

Alih-alih mulai mengerjakan laporan atau menyelesaikan proyek, kamu justru mencari kegiatan lain untuk mengisi waktu. Misalnya, membuka media sosial, mengobrol dengan teman, atau merapikan meja kerja ketika tugas utama belum tersentuh.

Kebiasaan ini menunjukkan bahwa kamu cenderung menghindari pekerjaan yang perlu segera diselesaikan.

2. Selalu mengerjakan tugas pada menit terakhir

Kamu baru mulai bekerja ketika tenggat waktu sudah dekat. Akibatnya, pekerjaan harus diselesaikan dalam keadaan terburu-buru dan waktu untuk memeriksa hasilnya menjadi terbatas.

Jika situasi ini terus berulang, kualitas pekerjaan dapat menurun dan kamu berisiko melewatkan tenggat waktu.

3. Sering mendapatkan pengingat dari rekan kerja

[Gambas:Video CNN]

Atasan atau rekan kerja mungkin berulang kali menanyakan perkembangan tugas yang belum selesai. Hal ini bisa terjadi ketika kamu tidak menyerahkan pekerjaan sesuai jadwal yang telah disepakati.

Jika pengingat serupa terus muncul, kamu perlu mengevaluasi cara mengatur waktu dan menyelesaikan tanggung jawab.

4. Mudah teralihkan oleh kegiatan lain

Ketika harus menyelesaikan tugas, perhatianmu justru beralih ke kegiatan yang kurang mendesak. Kamu mungkin memilih membereskan ruangan, mengatur ulang daftar pekerjaan, atau memeriksa pesan masuk daripada fokus pada tugas utama.

Kegiatan tersebut memang tidak selalu buruk, tetapi bisa menjadi bentuk penundaan jika dilakukan untuk menghindari pekerjaan yang lebih penting.

Cara mengatasi kebiasaan menunda pekerjaan

Setelah mengenali ciri-ciri kamu suka menunda pekerjaan, langkah berikutnya adalah memperbaiki kebiasaan secara bertahap. Berikut beberapa cara yang dapat diterapkan:

1. Susun prioritas harian: Catat tugas yang harus diselesaikan dan dahulukan pekerjaan dengan tenggat waktu paling dekat atau tingkat kepentingan tertinggi.
2. Buat jadwal khusus: Alokasikan waktu tertentu untuk setiap tugas agar pekerjaan memiliki batas waktu yang jelas.
3. Jauhkan sumber gangguan: Simpan ponsel, tutup media sosial, dan nonaktifkan notifikasi yang tidak diperlukan selama bekerja.
4. Mulai dari langkah sederhana: Pecah pekerjaan besar menjadi beberapa tugas kecil agar lebih mudah dikerjakan dan dipantau perkembangannya.

Menunda pekerjaan dapat berdampak pada ketepatan waktu, kualitas hasil, dan penilaian terhadap kinerja profesional. Karena itu, penting untuk mengenali pola penundaan sejak awal dan memperbaiki cara mengelola waktu.

Dengan prioritas yang jelas dan gangguan yang lebih terkendali, pekerjaan dapat diselesaikan secara lebih teratur.

(gas/asr)