Beatkeepers Collective membekali pelajar dengan keterampilan dasar resusitasi jantung paru (RJP) atau cardiopulmonary resuscitation (CPR) serta penggunaan automated external defibrillator (AED) untuk meningkatkan kesiapan menghadapi kondisi darurat henti jantung.
Pelatihan tersebut digelar di British School Jakarta pada Sabtu (26/9) lalu dengan melibatkan siswa Sekolah Binar. Kegiatan yang dipimpin pendiri Beatkeepers Collective, Russell Young, ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai pertolongan pertama sekaligus membangun kepercayaan diri peserta saat menghadapi situasi darurat.
Lokakarya diawali dengan pengenalan dasar CPR dan AED. Para siswa mempelajari langkah yang perlu dilakukan ketika melihat seseorang tiba-tiba kolaps, mulai dari meminta bantuan hingga mencari AED untuk mendukung penanganan awal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Arsip Beatkeepers Collective. |
Peserta juga diperkenalkan pada teknik kompresi dada dan pemberian napas bantuan sebagai bagian dari keterampilan CPR. Materi kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung menggunakan manekin agar siswa dapat memahami penerapan teknik yang telah dipelajari.
Dalam sesi praktik, Russell Young bersama tim Beatkeepers Collective mendampingi peserta untuk memastikan mereka memperoleh arahan dan masukan selama latihan. Dua penasihat medis utama Beatkeepers Collective, dr. Paulus dan dr. Vanessa, turut hadir untuk memberikan pendampingan.
Melalui latihan tersebut, para siswa berkesempatan mengajukan pertanyaan, menerima evaluasi, serta memperbaiki teknik pertolongan yang dipraktikkan. Pendekatan ini diharapkan membantu peserta lebih siap bertindak ketika menghadapi kondisi darurat yang membutuhkan respons cepat.
Henti jantung dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, termasuk di lingkungan sekolah maupun rumah. Kemampuan mengenali situasi darurat dan memberikan pertolongan awal menjadi penting, terutama sebelum bantuan medis profesional tiba.
Beatkeepers Collective berharap keterampilan yang diperoleh selama lokakarya tidak hanya meningkatkan kesiapan peserta, tetapi juga mendorong mereka menyebarkan pengetahuan tersebut kepada orang-orang di sekitarnya.
"Dengan demikian, semakin banyak pelajar yang mengenal CPR dan AED serta memiliki kepercayaan diri untuk memberikan pertolongan ketika dibutuhkan," ujar Russell.
Foto: Arsip Beatkeepers Collective. |
Pelatihan bersama siswa Sekolah Binar ini menjadi bagian dari upaya Beatkeepers Collective memperluas akses edukasi CPR dan AED di kalangan pelajar Indonesia. Hingga kini, organisasi tersebut telah melatih lebih dari 300 siswa dari lebih dari 10 sekolah di Indonesia.
Beatkeepers Collective merupakan inisiatif yang didirikan dan dipimpin Russell Young untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai CPR dan penggunaan AED.
Melalui lokakarya edukatif serta latihan praktis, inisiatif ini berupaya membekali generasi muda dengan pengetahuan, keterampilan dasar, dan kepercayaan diri dalam merespons keadaan darurat henti jantung.
(ory/ory)

