Kondisi tinja atau feses tertentu dipercaya bisa menggambarkan kesehatan tubuh. Tak ada salahnya jika Anda sesekali memperhatikan kondisi tinja saat buang air besar.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah bentuk tinja. Jika tinja terlihat halus, rata, dan berbentuk seperti sosis, maka artinya pencernaan berjalan dengan kecepatan yang sempurna. Usus memiliki cukup waktu untuk menyerap air dan membuang limbah dengan rapi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, bagaimana dengan tinja yang terlihat tidak rapi atau sedikit bergerigi?
Tinja yang tampak bergerigi atau tidak rata menandakan kotoran yang bergerak melalui usus dengan sangat cepat.
"Usus besar tidak memiliki cukup waktu untuk menyerap air dan membentuknya menjadi lebih halus," ujar dokter spesialis gastroenterologi Rosario Ligresti, melansir HuffPost.
Ligresti menggunakan Skala Tinja Bristol sebagai patokan. Skala ini mengklasifikasikan tinja menjadi tujuh tipe berdasarkan bentuk dan konsistensinya.
Tinja yang bergerigi atau tampak tidak rata berada pada skala 6. Sementara idealya, skala tinja termasuk pada kategori 3 atau 4.
Waktu pergerakan yang cenderung cepat ini, lanjut Ligresti, disebabkan oleh kurangan asupan serat ke dalam tubuh, peningkatan stres, atau terlalu banyak konsumsi kopi. Namun, kesemua penyebab ini hanya bersifat sementara.
Ada juga beberapa kondisi medis yang bisa jadi pemicunya, seperti infeksi ringan, sindrom radang usus, ketidakseimbangan mikrobioma, hingga sensitivitas makanan tertentu.
Kapan harus khawatir?
Ligresti mengatakan, Anda tak perlu khawatir jika sesekali bentuk tinja yang keluar dari tubuh terlihat aneh. Perubahan sesekali pada pola buang air besar kerap terjadi, dan biasanya tidak perlu dikhawatirkan.
"Jika feses terlihat lebih lembek setelah sepekan yang stressful atau akhir pekan dengan konsumsi makanan tinggi kalori, itu sebenarnya normal," ujar dia meyakinkan.
Namun, ahli gastroenterologi lainnya Savita Srivastava menjelaskan, ada kondisi tertentu yang perlu menjadi perhatian. Misalnya, saat tinja terasa lembek atau berair dan berlangsung lebih dari satu bulan. Atau, saat bentuk tinja yang aneh disertai dengan rasa buang air besar yang mendadak.
Srivastava menjelaskan, tinja yang tidak rata secara kronis dapat mengindikasikan adanya masalah mendasar seperti sindrom iritasi usus besar dengan diare, intoleransi makanan seperti laktosa, sensitivitas gluten atau penyakit Celiac, hingga penyakit radang usus.
"Anda perlu berkonsultasi dengan dokter jika perubahan tinja konsisten dan berlangsung lama beberapa minggu hingga satu bulan, atau jika ada gejala terkait lainnya seperti sakit perut, darah dalam tinja, dan penurunan berat badan yang tidak direncanakan," jelas Srivastava.
(asr)
