Kunjungan Wisman ke Indonesia Januari-Agustus 2026 Tembus 10,58 Juta
Sektor pariwisata Indonesia mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 10,58 juta, atau tumbuh 5,38 persen secara tahunan.
Capaian tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan kunjungan wisman tertinggi kedua di antara lima negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara, berada tepat di bawah Vietnam.
Menpar Widiyanti menyatakan optimismenya bahwa angka kunjungan wisatawan akan kembali menyentuh level prapandemi pada akhir tahun, meskipun industri pariwisata tengah berhadapan dengan tekanan ekonomi dan geopolitik global.
"Kami masih optimistis pada akhir tahun kunjungan wisatawan akan kembali ke level prapandemi meskipun saat ini kita menghadapi tekanan global yang sangat signifikan," kata Widiyanti dalam forum Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) di Jakarta, Rabu (14/10).
"Di tengah tekanan ekonomi dan geopolitik global, pertumbuhan kunjungan wisatawan kita merupakan yang tertinggi kedua di antara lima ekonomi terbesar Asia Tenggara, setelah Vietnam," lanjut dia.
Sementara itu, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 842,15 juta perjalanan, naik 4,29 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Sepanjang 2026, pemerintah menargetkan total kunjungan wisman mampu mencapai 16 juta-17,6 juta kunjungan, serta pergerakan wisnus mencapai 1,18 miliar perjalanan.
Kemenpar juga mencatat peningkatan pada aspek kualitas belanja wisatawan. Rata-rata pengeluaran wisatawan per kunjungan atau Average Spending per Arrival (ASPA) tumbuh 6,36 persen.
Sejalan dengan peningkatan pengeluaran tersebut, perolehan devisa pariwisata Indonesia melonjak 2,8 persen dibandingkan semester I-2025.
"Ini bukti nyata bahwa kita tidak hanya mendatangkan kunjungan wisatawan, tetapi juga mengubahnya menjadi dampak ekonomi bagi Indonesia dan masyarakat," ujar Widiyanti.
Daya saing pariwisata Indonesia di kancah internasional juga menunjukkan perkembangan yang signifikan. Indonesia berhasil meraih posisi kedua dunia dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026 sebagai destinasi ramah wisatawan Muslim.
Dalam laporan Travel and Tourism Development Index (TTDI) 2026, Indonesia mengantongi skor 4,56, yang menempatkan posisi nasional di urutan kedua se-Asia Tenggara dan keenam di kawasan Asia Pasifik.
Selain itu, sepanjang Januari hingga September 2026, Indonesia mengumpulkan 157 penghargaan internasional di bidang pariwisata, termasuk pengakuan terhadap 47 hotel penerima penghargaan Michelin Keys.
"Peringkat Travel and Tourism Development Index (TTDI) 2026 juga meningkat dengan skor 4,56, menempatkan Indonesia pada posisi kedua di Asia Tenggara dan keenam di Asia Pasifik. Indonesia juga meraih 157 penghargaan internasional sepanjang Januari hingga September 2026, termasuk 47 hotel yang menerima penghargaan Michelin Keys," terang Widiyanti.
Ia menambahkan, rentetan capaian positif ini perlu dijadikan momentum bagi pemerintah dan pelaku industri untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperluas akses konektivitas, serta mendorong pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif.
(dsd/wiw)