Memilih durasi transit penerbangan yang tepat menjadi langkah krusial bagi pelancong demi menghindari risiko tertinggal pesawat atau penerbangan lanjutan.
Para pakar perjalanan membagikan panduan dalam menentukan tenggat waktu transit aman berdasarkan kondisi rute, skala bandara, hingga skema pemesanan tiket.
Mengutip Travel + Leisure, pakar tren perjalanan konsumen di Priceline, Christina Bennett, menyarankan batas transit minimum 60 menit untuk rute domestik dan 90 menit untuk rute internasional. Meski demikian, ia idealnya mengalokasikan durasi transit setidaknya 75 menit hingga dua jam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Head of Point Intelligence di Point.me, Jimmy Yoon, memilih durasi transit yang lebih longgar, yakni berkisar dua hingga tiga jam untuk penerbangan domestik maupun internasional guna menghindari kepanikan saat terjadi keterlambatan.
Berikut 3 Tips Tentukan Durasi Waktu Transit Pesawat di Bandara
1. Sediakan Waktu Transit 2-3 Jam
Alokasi waktu dua hingga tiga jam memberikan batas aman bagi penumpang karena proses keluar dari pesawat memerlukan waktu lumayan lama, terutama bagi penumpang kelas ekonomi di baris belakang.
Selain itu, skema penanganan bagasi pada rute tertentu mewajibkan penumpang mengambil bagasi tercatat lalu melakukan check-in di terminal transit. Tambahan waktu juga diperlukan bagi penumpang yang belum terbiasa dengan navigasi bandara.
2. Pertimbangkan Skala Bandara dan Faktor Cuaca
Luas area bandara, proses perpindahan terminal, serta pemeriksaan ulang di area imigrasi atau keamanan dapat menyita waktu secara signifikan. Bennett menyarankan penambahan waktu transit minimal satu jam apabila melintasi bandara berukuran besar atau bandara yang belum pernah dikunjungi.
Kondisi cuaca juga menjadi variabel penting. Penumpang diimbau menyediakan waktu ekstra apabila cuaca di jalur penerbangan berpotensi memicu penundaan (delay). Keterlambatan dari bandara asal dapat memangkas durasi transit secara mendadak.
3. Cermati Frekuensi Penerbangan dan Risiko Tiket Terpisah
Sebelum memesan tiket, penumpang disarankan mengecek jadwal penerbangan lanjutan menuju destinasi akhir. Jika penerbangan sambungan merupakan jadwal terakhir pada hari tersebut (last flight), durasi transit sebaiknya diperpanjang guna meminimalkan risiko tertinggal pesawat.
Pakar juga mengingatkan risiko pembelian rute penerbangan menggunakan skema tiket terpisah. Apabila penumpang tertinggal penerbangan kedua akibat keterlambatan penerbangan pertama pada tiket terpisah, maskapai umumnya tidak bertanggung jawab untuk menyediakan tiket pengganti.
(dsd/wiw)