Suplemen gym sering dikonsumsi oleh mereka yang ingin membentuk otot, meningkatkan kekuatan, stamina, serta kebugaran.
Namun, pemilihan suplemen yang tidak tepat, terlebih jika tidak memiliki izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berisiko menimbulkan risiko kesehatan, termasuk gangguan ginjal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Suplemen gym yang belum terdaftar apalagi jika digunakan berlebihan dan tidak sesuai aturan dapat membahayakan kesehatan, termasuk ginjal," tulis laman BPOM RI, dikutip Jumat (16/10).
Risiko tersebut perlu diperhatikan lantaran organ ginjal bertugas menyaring darah dan membuang limbah metabolisme dalam tubuh.
Nah, kandungan dalam suplemen gym tentu dapat memengaruhi kerja ginjal, terutama jika produk tersebut ilegal, dikonsumsi berlebihan, atau dikonsumsi oleh orang yang sudah memiliki gangguan ginjal.
Karena itu, masyarakat perlu memastikan keamanan suplemen gym dengan mengetahui kandungan yang digunakan.
Kandungan dalam suplemen yang memicu kerja ginjal
Ada sejumlah kandungan yang perlu diwaspadai karena jika dikonsumsi berlebihan atau tidak sesuai kebutuhan, dapat memengaruhi kesehatan ginjal.
Beberapa di antaranya adalah protein berlebih, kreatin, dan stimulan yang ditemukan dalam produk fat burner.
Mengutip laman Kidney Disease, asupan protein yang terlalu tinggi dapat menambah beban kerja ginjal karena organ ini perlu membuang zat sisa dari metabolisme protein. Risiko ini menjadi perhatian serius khususnya bagi orang yang sudah memiliki penyakit ginjal.
Kandungan lain yang kerap digunakan untuk menunjang kebugaran adalah kreatin. Suplemen ini digunakan untuk membantu meningkatkan performa saat berolahraga.
Namun, kreatin dapat meningkatkan kadar kreatinin dalam darah, yaitu zat yang kerap digunakan sebagai salah satu indikator untuk menilai fungsi ginjal.
Konsumsi kreatin perlu lebih diwaspadai oleh penderita penyakit ginjal. Sebab, konsumsi berlebihan, atau penggunaan bersamaan dengan obat, kafein, atau produk lain dapat meningkatkan risiko efek samping.
Selain itu, ada fat burner yang disebut dapat membantu menurunkan berat badan. Dijelaskan di laman WebMD, efektivitas suplemen pembakar lemak ini masih dipertanyakan dan bukti manfaatnya terbatas.
Beberapa produk juga dapat berinteraksi dengan obat yang sedang dikonsumsi. Kandungan stimulan, termasuk kafein dalam jumlah tinggi, dapat menimbulkan efek samping dan perlu diperhatikan, terutama jika dikombinasikan dengan produk lain.
Berikutnya, suplemen yang mengandung steroid anabolik atau hormon pertumbuhan juga patut diwaspadai. Penggunaan zat tersebut untuk meningkatkan massa otot dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan, termasuk gangguan ginjal.
Cara aman konsumsi suplemen gym
Untuk mengurangi risiko, konsumen perlu cermat dalam memilih suplemen gym yang akan dikonsumsi. Berikut tipsnya.
- Pastikan telah memiliki izin edar BPOM. Status produk dapat diperiksa melalui situs resmi Cek Produk BPOM di laman https://cekbpom.pom.go.id/.
- Ikuti aturan pakai. Jangan abaikan aturan pakai atau mengonsumsi produk secara berlebihan. Konsumsi hanya sesuai dosis dan kebutuhan.
- Hindari mengonsumsi banyak jenis suplemen sekaligus. Jangan menggabungkan berbagai produk, seperti protein, kreatin, fat burner, dan pre-workout, tanpa memahami kandungan serta potensi interaksinya.
- Perhatikan kecukupan asupan air putih setiap hari, terutama jika mengonsumsi suplemen serta berolahraga dengan intensitas tinggi.
- Bagi orang yang mengonsumsi obat lain, memiliki penyakit ginjal, atau kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya konsultasikan penggunaan suplemen gym dengan dokter terlebih dahulu.
