Penampakan Jembatan Kuno 400 Tahun Dinasti Ming karena Danau Surut
Sebuah jembatan batu granit bersejarah berusia hampir 400 tahun muncul kembali ke permukaan Danau Poyang di Provinsi Jiangxi, China bagian timur, seiring menyusutnya volume air danau akibat musim kemarau.
Jembatan yang dikenal dengan nama Qianyan atau "Jembatan Seribu Lubang" ini memiliki panjang mencapai 2.657 meter, menjadikannya jembatan batu terpanjang di China yang membentang di atas area danau.
Dibangun pada era Dinasti Ming (1368-1644), jembatan kuno ini ditopang oleh 949 tiang penyangga serta dilengkapi 948 hingga 1.000 lubang aliran air yang dirancang khusus untuk membantu proses pembuangan air saat banjir.
Pada masa lampau, jembatan ini memegang peranan vital sebagai jalur penyeberangan utama bagi masyarakat yang bermukim di kedua sisi wilayah Kabupaten Duchang.
Struktur batu granit kuno ini biasanya terendam penuh di dasar danau dan baru akan menampakkan wujudnya ke permukaan ketika tinggi muka air Danau Poyang menyusut di bawah 10,5 meter atau sekitar 34,4 kaki.
Fenomena kemunculan jembatan ini menjadi pemandangan periodik yang selalu menarik perhatian publik setiap kali Danau Poyang memasuki periode surut atau kekeringan. Begitu musim pasang tiba, jembatan ini akan kembali hilang tenggelam di bawah permukaan air.
Untuk menjaga kelestarian aset sejarah berharga ini, pemerintah dan otoritas lokal setempat telah meluncurkan program restorasi serta pemeliharaan berskala besar.
Langkah pelindungan ini diambil untuk memperkuat struktur fisik jembatan dari ancaman erosi air danau serta memastikan warisan arsitektur Dinasti Ming tersebut tetap kokoh bertahan.
(wiw)