Ribut di Kereta Cepat Gegara Tegur Wanita Telepon Pacar Pakai Speaker
Ulah seorang penumpang wanita di kereta cepat rute Beijing-Shanghai di China memicu kemarahan publik setelah menggunakan mode pengeras suara atau speakerphone saat menelepon selama lebih dari satu jam di dalam gerbong.
Berdasarkan laporan Sanli iNEWS, insiden tersebut terjadi pada Minggu (12/10) sore waktu setempat di dalam kereta peluru G735. Wanita tersebut dilaporkan terus mengobrol dengan kekasihnya dengan volume suara keras lewat speakerphone.
Mendengar kegaduhan yang tak kunjung usai, penumpang lain yang merasa terganggu lantas menegurnya untuk mematikan pengeras suara serta memelankan volume bicaranya. Namun, teguran tersebut justru berujung adu mulut sengit.
Wanita itu berkilah bahwa panggilan telepon yang ia lakukan merupakan urusan pribadinya dan tidak ada hubungannya dengan penumpang lain. "Panggilan telepon saya bukan urusan siapa pun di sini," cetus wanita tersebut, seperti dilansir VN Express.
Petugas kereta api akhirnya turun tangan untuk menenangkan situasi, mengingatkan wanita itu agar mengakhiri panggilannya, serta memindahkan tempat duduk penumpang yang menegurnya ke area lain.
Divisi Transportasi Penumpang Nanjing mengonfirmasi kejadian tersebut sekaligus mengimbau seluruh pengguna jasa untuk menjaga ketertiban serta etika selama melakukan perjalanan dengan transportasi umum.
Hingga Selasa (14/10), insiden ini menjadi salah satu topik paling hangat yang diperbincangkan di platform media sosial China, Weibo dan Sina. Mayoritas warganet mengecam keras sikap egois penumpang wanita tersebut.
"Menggunakan speakerphone, memutar video dengan volume kencang, atau berbicara keras-keras adalah bentuk tidak menghargai orang lain di sekitar Anda," tulis salah satu warganet.
Layanan pelanggan operator kereta api China Railway (12306) mengonfirmasi bahwa saat ini belum ada regulasi tertulis yang melarang secara mutlak penumpang untuk menelepon di dalam kereta.
Petugas di lapangan hanya memiliki kewenangan untuk menegur dan mengimbau penumpang yang bising agar memelankan suara, tetapi tidak berhak memaksa seseorang untuk mematikan ponselnya.
Pihak China Railway mengingatkan bahwa penumpang yang menginginkan suasana tenang dapat memesan tiket di gerbong khusus bebas kebisingan, mengingat penyelesaian sengketa kebisingan di gerbong standar masih bergantung pada kesadaran etika masing-masing individu.
(wiw)