Ada satu negara di Eropa yang bisa jadi pertimbangan kalau ingin pergi saja dulu, pindah dari negara asal dan menetap di Benua Biru. Negara itu adalah Estonia.
Bernama resmi Republik Estonia, negara ini masih jadi bagian kawasan Baltik, Eropa Utara. Negara ini berseberangan dengan Finlandia, Swedia, bertetangga dengan Latvia dan Rusia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan yang menjadikan Estonia patut masuk rekomendasi negara Eropa yang bisa ditinggali adalah berdasarkan laporan Global Relocation Index dari Rumavi, yang mempertimbangkan infrastruktur perbankan, peluang bisnis, serta hak kepemilikan properti bagi warga negara asing.
Dengan pertimbangan tersebut, Rumavi dalam laporan Global Relocation Index menempatkan Estonia sebagai pilihan nomor satu bagi keluarga maupun wirausahawan yang ingin pindah dan menetap.
Menurut Rumavi, warga negara asing diperbolehkan membeli properti di Estonia, meskipun terdapat batasan tertentu untuk pembelian lahan pertanian dan kehutanan.
Berdasarkan data dari Investropa, harga median hunian di ibu kota Estonia, Tallinn, adalah €160.000 atau setara dengan Rp3,5 miliar (1 euro=Rp20.288), dengan pasar properti yang didominasi oleh apartemen.
Estonia juga memiliki lingkungan bisnis dan startup yang sangat kuat. Negara ini menempati peringkat tinggi dalam laporan Rumavi untuk kategori peluang bisnis dan ekosistem startup.
Dalam studi lain oleh StartupBlink, Estonia menempati peringkat ke-12 secara global sebagai negara yang dinilai berdasarkan "seberapa mendukung kondisi lokal untuk mendirikan dan mengembangkan perusahaan". Hal itu terbukti dengan lahirnya perusahaan besar seperti Skype di sana.
Estonia juga telah menjadi pelopor dalam perbankan daring. Menurut e-Estonia, lebih dari 99 persen transaksi perbankan di negara tersebut sudah dilakukan secara online.
Selain itu, menurut Rumavi seperti diberitakan Travel+Leisure pada 15 Oktober 2026, Estonia mencatatkan hasil yang baik dalam subkategori kualitas udara dan risiko iklim.
Namun, negara ini memperoleh nilai terendah (20 dari 100) untuk aspek kenyamanan iklim, dikarenakan musim dingin yang cukup ekstrem dan minimnya sinar matahari pada Desember.
Terkait pajak, Estonia menerapkan tarif pajak penghasilan pribadi tetap sebesar 22 persen, di mana penghasilan yang bersumber dari luar negeri juga dapat dikenakan pajak.
Awal tahun ini, Tallinn juga dinobatkan sebagai kota paling santai di Eropa, dengan pusat kota yang nyaman untuk dijelajahi dengan berjalan kaki, taman-taman, serta kawasan tepi laut yang indah.
Secara keseluruhan, negara-negara Eropa mendominasi laporan Rumavi mengenai tempat terbaik untuk pindah tempat tinggal pada 2026, dengan menempati lima dari 10 destinasi teratas dalam daftar tersebut.
Dalam menyusun laporan ini, perusahaan relokasi dan investasi tersebut menganalisis 192 negara berdasarkan 24 tolok ukur yang dibagi ke dalam empat kategori: keuangan dan pajak, kelayakan hidup dan kesehatan, keamanan dan stabilitas, serta kemudahan beradaptasi dan peluang.
(end)
