Kanker menjadi salah satu penyakit paling mematikan yang sayangnya sering sulit dideteksi secara dini. Lantas, bagaimana mengenali ciri di tubuh ada kanker sebelum kondisinya berkembang lebih jauh?
Kanker dapat menunjukkan tanda yang berbeda, bergantung pada lokasi, ukuran, dan pengaruhnya terhadap jaringan di sekitarnya. Sebagian tanda bisa terlihat langsung, sedangkan sebagian lainnya hanya dirasakan oleh orang yang mengalaminya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ciri di tubuh ada kanker yang perlu diwaspadai
Menurut American Cancer Society, kanker dapat menimbulkan berbagai tanda yang tidak selalu sama pada setiap orang. Berikut ini tujuh perubahan tubuh yang patut diperhatikan.
1. Muncul benjolan atau pembengkakan
Benjolan baru pada payudara, kelenjar getah bening, atau bagian tubuh lain dapat menjadi salah satu tanda yang perlu diperiksa.
Area kulit yang terasa menebal juga perlu diperhatikan, terutama jika benjolan menetap atau terus membesar. Namun, pembengkakan kelenjar getah bening lebih sering disebabkan oleh infeksi atau peradangan ketimbang kanker.
2. Berat badan berubah tanpa sebab jelas
Menurut Mayo Clinic, penurunan atau kenaikan berat badan tanpa perubahan pola makan dan aktivitas perlu mendapat perhatian.
Penurunan berat badan sekitar 4,5 kilogram atau lebih tanpa alasan yang jelas termasuk tanda yang perlu diwaspadai. Meski demikian, perubahan ini juga dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan lain.
3. Tubuh terus-menerus lelah
Rasa lelah yang tidak membaik meski sudah beristirahat bisa menjadi salah satu ciri yang perlu diperiksa.
Kelelahan dapat berkaitan dengan kanker, tetapi juga bisa disebabkan oleh anemia atau masalah kesehatan lainnya. Periksakan diri jika kelelahan berlangsung lama dan mengganggu kegiatan sehari-hari.
4. Perubahan pada kulit atau tahi lalat
Perhatikan tahi lalat yang baru muncul atau berubah bentuk, ukuran, dan warnanya. Luka yang tidak kunjung sembuh, serta kulit yang menguning, menggelap, atau memerah tanpa sebab jelas, juga perlu diperiksa oleh tenaga medis.
5. Batuk berkepanjangan atau suara serak
Batuk yang tidak kunjung reda dan suara serak berkepanjangan dapat menjadi tanda gangguan pada saluran pernapasan atau organ terkait.
Gejala ini tidak selalu menunjukkan kanker. Namun, pemeriksaan diperlukan apabila keluhan menetap, memburuk, atau disertai kesulitan bernapas.
6. Perubahan pola buang air
Perubahan kebiasaan buang air besar, seperti sembelit atau diare yang berkepanjangan, perlu diperhatikan. Begitu pula dengan perubahan frekuensi buang air kecil, nyeri saat berkemih, atau darah dalam urine maupun tinja.
Gejala tersebut memiliki beragam kemungkinan penyebab, sehingga pemeriksaan medis penting untuk memastikan penyebabnya.
7. Nyeri, demam, atau perdarahan yang tidak jelas
Nyeri yang menetap atau makin parah tanpa penyebab, perlu dievaluasi. Demam berulang, keringat malam, serta perdarahan atau memar yang muncul tanpa alasan jelas, juga termasuk tanda yang perlu diwaspadai.
Sakit kepala atau gangguan penglihatan dan pendengaran yang baru muncul juga sebaiknya diperiksakan jika menetap atau memburuk.
Kapan harus memeriksakan diri ke dokter?
Tidak ada satu gejala yang dapat memastikan seseorang terkena kanker. Banyak tanda di atas lebih sering disebabkan oleh kondisi lain. Namun, jangan menunda konsultasi jika perubahan tubuh berlangsung lama, makin parah, atau terasa tidak biasa.
Dokter dapat menilai gejala, melakukan pemeriksaan yang diperlukan, dan menentukan apakah tes lanjutan dibutuhkan. Pemeriksaan skrining tertentu juga dapat membantu menemukan beberapa jenis kanker sebelum gejala muncul, sesuai usia dan faktor risiko seseorang.
Mengenali ciri di tubuh ada kanker, bukan berarti harus langsung merasa khawatir, melainkan memahami perubahan yang perlu diperhatikan. Pemeriksaan sejak dini membantu menemukan penyebab keluhan dan membuka peluang penanganan yang lebih tepat.
(gas/rti)

