Kebakaran Hutan Merembet ke Kuburan Batu Objek Wisata Toraja Utara

CNN Indonesia
Rabu, 28 Okt 2026 17:45 WIB
Kebakaran Hutan Merembet ke Kuburan Batu Objek Wisata Toraja Utara
Ilustrasi. Makam gantung di Tanah Toraja. (ANTARA FOTO/Andry Denisah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Toraja Utara, Sulawesi Selatan, dikenal dengan tradisi pemakaman unik yang menjadi daya tarik wisata budaya. Namun, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Dusun Salurea Rangri, Kelurahan Baruppu Utara, Kecamatan Baruppu, turut berdampak pada situs pemakaman batu di wilayah tersebut.

Api yang membakar kawasan hutan sejak Jumat (23/10) hingga Sabtu (24/10) itu merembet ke kuburan batu atau liang yang berada di tebing. Sejumlah peti jenazah dilaporkan ikut hangus terbakar.

Kepala Satpol PP dan Damkarmat Toraja Utara, Riantho Yusuf Sangkelo, mengatakan kebakaran diduga dipicu unsur kesengajaan. Dugaan itu muncul setelah warga mengaku melihat seseorang membakar kawasan di sekitar lokasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mungkin ada unsur kesengajaan atau karena iseng. Itu informasi dari masyarakat," kata Rianthom, seperti dilansir Detik, Minggu (25/10).

Menurut Riantho, warga sempat berusaha mengejar orang yang diduga memicu kebakaran tersebut. Namun, identitas orang itu belum diketahui.

"Artinya mungkin iseng atau apa, tapi dikejar sama belum diketahui pasti sama masyarakat siapa," ujarnya.

Riantho mengatakan, kebakaran berdampak pada sejumlah liang yang tersebar di tiga titik berbeda. Beberapa peti jenazah yang berada di dalamnya turut terbakar.

"Itu kuburan namanya liang. Jadi ada belasan atau puluhan liang itu karena tiga titik yang berbeda tempatnya. Sempat ada itu (peti terbakar)," ucapnya.

Proses pemadaman api menghadapi kendala karena akses menuju lokasi sulit dilalui kendaraan pemadam kebakaran. Petugas harus mengandalkan peralatan yang tersedia untuk menjinakkan api.

Pemadaman dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP dan Damkarmat Toraja Utara, Manggala Agni, kelompok pecinta alam (KPA), Babinsa, serta Bhabinkamtibmas. Riantho mengatakan, personel pemadam kebakaran turut menggunakan peralatan milik Manggala Agni untuk membantu proses pemadaman.

"Jadi kami hanya mem-backup teman-teman Manggala Agni. Peralatannya Manggala Agni yang kami gunakan di sana, pompanya kita pakai," katanya.

Hingga Minggu (25/10), penyebab pasti kebakaran masih diselidiki oleh kepolisian. Pihak pemadam kebakaran juga belum merinci keseluruhan dampak kebakaran terhadap kawasan hutan dan kuburan batu tersebut.

"Penyebab pastinya sementara masih diselidiki oleh teman-teman dari kepolisian untuk mencari tahu kira-kira penyebabnya ini," tuturnya.

(tis/tis)
placeholder
LIHAT SELENGKAPNYA