Breast Cancer Awareness Month, Kanker Bisa Tanpa Riwayat Keluarga

CNN Indonesia
Selasa, 27 Okt 2026 13:00 WIB
ilustrasi kanker payudara
Ilustrasi. Breast cancer awarness month, risiko kanker tak cuma di mereka yang memiliki riwayat keluarga, makanya perempuan harus waspada. (iStockphoto/Doucefleur)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tidak memiliki riwayat kanker dalam keluarga bukan berarti seorang perempuan terbebas dari risiko kanker payudara. Penyakit ini tetap bisa muncul meski tidak ada anggota keluarga yang pernah mengalaminya.

Dalam rangka Bulan Kesadaran Kanker Payudara atau Breast Cancer Awareness Month setiap Oktober, perempuan perlu memahami bahwa deteksi dini tetap penting, terlepas dari ada atau tidaknya riwayat kanker dalam keluarga.

Dokter spesialis bedah onkologi Sonar Soni Panigoro, mengatakan setiap perempuan perlu mengenali perubahan pada payudara dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila menemukan tanda yang mencurigakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seseorang tanpa riwayat keluarga kanker tetap bisa mengalami kanker payudara. Karena itu, upaya pencegahan dan deteksi dini perlu dilakukan oleh semua perempuan, bukan hanya mereka yang memiliki faktor risiko tinggi," kata Sonar dalam keterangannya.

Dokter yang juga praktek di Eka Hospital BSD itu menjelaskan, pengenalan gejala sejak awal bisa membantu tenaga medis menentukan diagnosis dan penanganan yang sesuai dengan kondisi pasien.

"Penanganan pada stadium dini juga membuka peluang lebih besar untuk memperoleh hasil pengobatan yang optimal," ujarnya.

Kenali perubahan pada payudara

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mengenali perubahan pada payudara. Gejala yang perlu diwaspadai antara lain munculnya benjolan di payudara atau ketiak, perubahan tekstur kulit seperti berlekuk atau tertarik ke dalam, serta perubahan bentuk payudara maupun arah puting.

Perempuan juga perlu memperhatikan keluarnya cairan dari puting dan munculnya ruam atau perubahan kulit yang tidak biasa. Sonar mengingatkan bahwa tidak semua benjolan merupakan kanker. Namun, perubahan baru yang mencurigakan tetap perlu diperiksa oleh tenaga medis agar penyebabnya dapat diketahui secara tepat.

Selain memperhatikan gejala, pemeriksaan kesehatan secara berkala dan konsultasi dengan dokter juga penting untuk mendukung deteksi dini. Jenis pemeriksaan yang dibutuhkan dapat berbeda-beda, bergantung pada usia, riwayat kesehatan, dan tingkat risiko setiap individu.

Faktor risiko kanker payudara

Riwayat kanker dalam keluarga memang patut diperhatikan, terutama jika terdapat anggota keluarga yang mengalami kanker pada usia muda atau beberapa anggota keluarga dengan jenis kanker tertentu. Dalam kondisi tersebut, konsultasi dengan dokter untuk menilai risiko dan mempertimbangkan pemeriksaan genetik dapat dilakukan sesuai rekomendasi tenaga medis.

Namun, ketiadaan riwayat keluarga bukan alasan untuk mengabaikan pemeriksaan. Perempuan tetap perlu memahami faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi risiko kanker payudara, termasuk faktor reproduksi dan penggunaan terapi hormon tertentu.

Sonar mengatakan, upaya mengurangi risiko dapat dilakukan dengan menjaga berat badan yang sehat, rutin beraktivitas fisik, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menghindari rokok, serta membatasi atau menghindari alkohol.

Konsultasi dengan dokter juga dapat membantu perempuan memahami faktor risiko pribadi dan menentukan pemeriksaan yang sesuai dengan kebutuhannya.

Lanjut di halam berikutnya..

Kanker Payudara Bisa Menyerang Tanpa Riwayat Keluarga

Ilustrasi. Waspada kanker payudara. (iStock/SciePro)

Pengobatan bergantung pada stadium kanker

Jika kanker payudara terdiagnosis, penanganan akan disesuaikan dengan stadium penyakit, karakteristik tumor, kondisi kesehatan pasien, serta hasil pemeriksaan jaringan dan penanda biologis yang relevan.

Pada stadium dini, pengobatan dapat ditujukan untuk menyembuhkan penyakit. Pilihannya meliputi operasi, radioterapi, kemoterapi, terapi hormon, atau terapi target, bergantung pada kebutuhan klinis pasien.

Sementara itu, kanker payudara yang telah menyebar ke organ lain umumnya membutuhkan terapi sistemik untuk mengendalikan penyakit, memperpanjang harapan hidup, dan menjaga kualitas hidup pasien.

Perawatan paliatif juga dapat diberikan untuk membantu mengendalikan nyeri dan gejala lain. Perawatan ini tidak berarti pasien harus menghentikan pengobatan antikanker, tetapi dapat menjadi bagian dari penanganan untuk menjaga kenyamanan pasien. Pada kasus tertentu, operasi rekonstruksi payudara juga dapat dipertimbangkan setelah evaluasi bersama tim medis.

Peringatan Bulan Kesadaran Kanker Payudara setiap Oktober menjadi momentum untuk mengingatkan perempuan agar tidak hanya mengandalkan riwayat kesehatan keluarga dalam menilai risiko. Mengenali perubahan pada payudara, berkonsultasi dengan dokter, dan menjalani pemeriksaan sesuai kebutuhan tetap menjadi langkah penting untuk mendeteksi kanker sedini mungkin.

LIHAT SELENGKAPNYA