Gurun bak di Mars, Ini Tempat Terbaik di Dunia Lihat Matahari Terbenam

CNN Indonesia
Rabu, 28 Okt 2026 15:00 WIB
Gurun bak di Mars, Ini Tempat Terbaik di Dunia Lihat Matahari Terbenam
Wadi Rum, Gurun di Yordania yang Berubah Jadi Planet Lain saat syuting film. (REUTERS/Alaa Al Sukhni)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wadi Rum di Yordania dinobatkan sebagai destinasi terbaik di dunia untuk menikmati pemandangan matahari terbenam.

Gurun yang dikenal dengan julukan Valley of the Moon atau Lembah Bulan ini menawarkan lanskap pasir merah dan formasi bebatuan yang tampak semakin dramatis saat terkena cahaya matahari menjelang senja.

Berdasarkan analisis perusahaan perjalanan Kuoni bersama Jim Dale, pendiri sekaligus meteorolog senior British Weather Services, yang dirilis pada September 2026, Wadi Rum menempati posisi pertama dalam daftar destinasi terbaik di dunia untuk menikmati golden hour, dengan skor 95,92 dari 100.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penilaian tersebut mencakup 165 destinasi di seluruh dunia dengan mempertimbangkan enam indikator, yaitu tutupan awan dengan bobot 35 persen, polusi cahaya 20 persen, kecerahan akibat pencahayaan buatan 15 persen, curah hujan 15 persen, kecepatan angin 8 persen, serta rata-rata durasi matahari terbenam 7 persen.

Wadi Rum juga merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO. Kawasan gurun di Yordania ini memiliki tutupan awan rata-rata 15,3 persen dan curah hujan hanya 0,1 milimeter.

Dalam temuannya, Dale menjelaskan bahwa cahaya matahari dengan warna paling kaya muncul pada rentang waktu antara matahari terbenam dan civil twilight, yakni ketika posisi matahari berada enam derajat atau kurang di bawah cakrawala.

Melansir Travel + Leisure, Wadi Rum juga dikenal sebagai salah satu lokasi syuting film Dune. Lanskap gurun dan formasi batuannya digunakan untuk menggambarkan Planet Arrakis, dunia gurun dalam film tersebut.

Minimnya polusi cahaya di kawasan ini juga memungkinkan pengunjung menikmati langit malam dan mengamati bintang setelah matahari terbenam.

Posisi kedua ditempati Sossusvlei di Namibia dengan skor 94,93. Kawasan ini merupakan dataran garam dan tanah liat yang dikelilingi bukit pasir merah di Taman Nasional Namib-Naukluft.

Menurut analisis Kuoni, Sossusvlei memiliki tutupan awan rata-rata 14,8 persen, terendah di antara destinasi dengan peringkat teratas. Golden hour di kawasan ini berlangsung sedikit lebih dari 27 menit, ketika bukit-bukit pasirnya memancarkan warna jingga dan merah akibat pantulan cahaya matahari.

Masih di Namibia, Damaraland menempati posisi ketiga dengan skor 91,83. Kawasan semi-gurun yang didominasi pegunungan ini dikenal dengan keanekaragaman satwa liar, termasuk gajah, badak hitam, dan zebra.

Damaraland juga menjadi lokasi Twyfelfontein, Situs Warisan Dunia UNESCO yang terkenal dengan kumpulan ukiran batu bersejarahnya. Meski memiliki tutupan awan rata-rata 20,6 persen, awan di cakrawala justru dapat memperkaya warna dan bentuk pemandangan saat matahari terbenam.

Selanjutnya, Gurun Atacama di Cile menempati posisi keempat dengan skor 91,23. Gurun yang dikenal dengan kondisi kering dan langitnya yang relatif cerah ini menjadi salah satu destinasi untuk menikmati perubahan warna langit menjelang malam.

Sementara itu, Wahiba Sands di Oman melengkapi lima besar dengan skor 89,89. Kawasan gurun ini menawarkan hamparan bukit pasir luas yang menghadirkan pemandangan matahari terbenam dengan latar lanskap gurun khas Timur Tengah.

(wiw)
placeholder
LIHAT SELENGKAPNYA