Motif Kucing hingga Isu Karhutla Warnai Koleksi di JFW 2027

CNN Indonesia
Kamis, 29 Okt 2026 10:30 WIB
Sejauh Mata Memandang dan DARRA Lurik by Oscar Lawalata Culture mewarnai runway JFW 2027 di PIM 3, Jakarta, Selasa (27/10).
Sejauh Mata Memandang dan DARRA Lurik by Oscar Lawalata Culture mewarnai runway JFW 2027 lewat kolaborasi Culture/Nature di PIM 3, Jakarta, Selasa (27/10). (CNN Indonesia/Angela Merici Keraf)
Jakarta, CNN Indonesia --

Motif kucing, busana bernuansa putih, hingga latar visual menyerupai asap dan kobaran api mewarnai peragaan Sejauh Mata Memandang dan DARRA Lurik by Oscar Lawalata Culture dalam Jakarta Fashion Week (JFW) 2027.

Lewat kolaborasi bertajuk "Culture/Nature", kedua label menghadirkan interpretasi berbeda terhadap hubungan mode, budaya, dan alam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua label tampil dalam peragaan bertajuk "Dewi Luxe Market Culture/Nature" yang dipersembahkan di City Hall, Pondok Indah Mall 3, Jakarta, Selasa (27/10). Peragaan tersebut menjadi bagian dari JFW 2027 yang mengusung tema "City of New Lights."

Meski berada dalam satu panggung, Sejauh Mata Memandang dan DARRA menghadirkan karakter visual berbeda.

Koleksi Sejauh Mata Memandang menarik perhatian melalui motif kucing yang mendominasi sejumlah busana. Adapun DARRA menampilkan permainan motif garis, siluet longgar, serta penutup kepala dengan pola senada.

Sejauh Mata Memandang: paduan motif dan isu lingkungan

Sejauh Mata Memandang dan DARRA Lurik by Oscar Lawalata Culture mewarnai runway JFW 2027 di PIM 3, Jakarta, Selasa (27/10).Sejauh Mata Memandang dan DARRA Lurik by Oscar Lawalata Culture mewarnai runway JFW 2027 lewat kolaborasi Culture/Nature di PIM 3, Jakarta, Selasa (27/10). (CNN Indonesia/Angela Merici Keraf)

Sejauh Mata Memandang merupakan label tekstil yang didirikan Chitra Subyakto pada 2014. Peragaannya dibuka dengan lagu "Melaut" dari Aria Ardikoesoema, mengiringi langkah para model yang mengenakan busana bersiluet longgar dengan potongan mengalir.

Gaun panjang, atasan berlengan panjang, padu padan atasan dan bawahan, serta busana berlapis menjadi bagian dari variasi koleksi.

Beberapa gaun memperlihatkan kain yang menjuntai mengikuti gerakan model, sedangkan tampilan lain hadir dengan siluet lurus dan relatif sederhana.

Warna putih, putih gading, krem, dan merah muda pucat terlihat pada sejumlah busana. Nuansa tersebut berdampingan dengan warna cokelat, hitam, dan biru, serta kombinasi warna lebih kontras.

Motif kucing menjadi salah satu detail yang menarik perhatian pada koleksi ini. Motif tersebut hadir pada beberapa busana, berpadu dengan pola geometris dan permainan warna yang membuat tampilan kain lebih beragam.

Dalam salah satu tampilan, boneka berwarna kuning dengan telinga runcing menyerupai kucing menjadi aksesori juga mencuri perhatian. Boneka tersebut memberi sentuhan berbeda pada busana berpotongan longgar dengan beragam motif.

Visual asap hingga bara api di runway

Latar layar menjadi salah satu elemen yang membangun suasana peragaan Sejauh Mata Memandang. Visual yang semula menyerupai awan atau asap berwarna gelap dan keunguan, perlahan berganti menjadi warna lebih terang, mulai dari kuning, jingga hingga merah menyala.

Perubahan tersebut tampak kontras dengan busana putih dan warna-warna lembut yang dikenakan para model.

Saat warna merah memenuhi layar, visual tersebut menghadirkan kesan seperti bara hingga kobaran api. Perpaduan warna dan peralihan visual ini juga membuka kemungkinan pembacaan terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Di penghujung peragaan, lagu "Aksi Kucing" mengiringi langkah para model. Irama yang kental dengan nuansa musik tradisional, seperti gambang Semarang dan gambang kromong khas Betawi.

DARRA by Oscar Lawalata Culture: permainan garis dan tekstil

Sejauh Mata Memandang dan DARRA Lurik by Oscar Lawalata Culture mewarnai runway JFW 2027 lewat kolaborasi Culture/Nature. (CNN Indonesia/ Angela Merici Keraf)

Setelah Sejauh Mata Memandang, DARRA menghadirkan pendekatan visual yang berbeda melalui motif garis dan siluet longgar.

DARRA merupakan bagian dari kiprah Asha Smara Darra, yang sebelumnya dikenal sebagai Oscar Lawalata. Melalui DARRA Lurik, ia menginterpretasikan kekayaan tenun ikat, batik, dan songket ke dalam busana kontemporer.

Di runway JFW 2027, karakter visual DARRA terlihat melalui busana dengan motif garis dalam berbagai ketebalan dan arah. Garis horizontal, vertikal, maupun diagonal membentuk pola yang berbeda pada setiap tampilan.

Warna biru menjadi salah satu yang menonjol, berdampingan dengan cokelat, krem, putih, hitam, dan abu-abu. Pada beberapa busana, garis-garis tipis tersusun berulang. Tampilan lainnya menggunakan garis lebih tebal yang menghasilkan kontras lebih kuat.

Pola tersebut diterapkan pada beragam bentuk pakaian, mulai dari atasan pendek hingga tunik dan luaran panjang.

Siluet longgar dan penutup kepala bermotif senada

Koleksi DARRA juga menampilkan busana dengan potongan lurus dan longgar. Beberapa model mengenakan busana pendek di atas lutut, sedangkan lainnya tampil dengan tunik atau luaran yang panjangnya mendekati mata kaki.

Sejumlah busana memperlihatkan padu padan pakaian berlapis. Bagian luar yang longgar dipadukan dengan pakaian di bagian dalam, menciptakan variasi bentuk tanpa menghilangkan karakter utama koleksi.

Salah satu detail yang menonjol, yaitu penutup kepala yang dikenakan sejumlah model. Bentuknya menyerupai topi atau tudung dengan bagian yang menutupi kepala dan sebagian wajah.

Penutup kepala tersebut menggunakan motif garis serta kombinasi warna yang senada dengan pakaian. Ada yang menampilkan perpaduan biru dan putih, sedangkan lainnya menggunakan cokelat, krem, serta warna gelap.

Kesamaan motif antara aksesori dan pakaian membuat tampilan terlihat menyatu. Detail tersebut juga memperkuat karakter visual koleksi, terutama ketika dipadukan dengan busana berpotongan lebar.

Jika Sejauh Mata Memandang menghadirkan variasi motif dan perubahan visual yang dramatis, DARRA menonjolkan konsistensi pola garis serta permainan proporsi busana.

Kolaborasi Sejauh Mata Memandang dan DARRA dalam program Culture/Nature mempertemukan dua pendekatan desain yang memiliki karakter visual berbeda.

LIHAT SELENGKAPNYA