Imunisasi HPV Belum Merata, 9 Provinsi Ini Jauh di Bawah Target

CNN Indonesia
Jumat, 30 Okt 2026 13:00 WIB
Sembilan provinsi di RI memiliki cakupan imunisasi HPV di bawah 45 persen, jauh dari target yang ingin dicapai pemerintah.
Ilustrasi. Sembilan provinsi di RI memiliki cakupan imunisasi HPV di bawah 45 persen, jauh dari target yang ingin dicapai pemerintah. (Istockphoto/CatLane)
Jakarta, CNN Indonesia --

Cakupan imunisasi human papillomavirus (HPV) di sejumlah provinsi di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat sembilan provinsi memiliki cakupan imunisasi HPV di bawah 45 persen, jauh dari target yang ingin dicapai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan RI, dr. Indri Yogyaswari, mengatakan masih terdapat kesenjangan cakupan imunisasi antardaerah. Kondisi geografis hingga penerimaan masyarakat menjadi tantangan dalam memperluas program imunisasi.

Indri menjelaskan, Kementerian Kesehatan mengelompokkan capaian imunisasi ke dalam tiga kategori untuk memudahkan pemantauan.

Cakupan di atas 80 persen masuk kategori baik, sedangkan cakupan 45-80 persen masih memerlukan perhatian. Wilayah dengan cakupan di bawah 45 persen menjadi salah satu prioritas yang perlu dikejar.

"Jadi yang sudah di atas 80 persen itu kami kategorikan sebagai bagus. Kemudian untuk yang cakupan 45-80 persen, itu kami coding dengan warna kuning. PR-nya adalah yang masih di bawah 45 persen," kata Indri dalam webinar Kementerian Kesehatan bersama Kelompok Kerja Risk Communication and Community Engagement (RCCE), Kamis (29/10).

Berdasarkan pemaparan tersebut, sembilan provinsi yang masih berada di bawah 45 persen adalah:

  1. Maluku Utara
  2. Papua Barat
  3. Sulawesi Barat
  4. Aceh
  5. Papua Barat Daya
  6. Papua Tengah
  7. Papua Selatan
  8. Papua
  9. Papua Pegunungan

Cakupan yang belum mencapai setengah dari target tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan pelaksanaan imunisasi di berbagai daerah.

Indri juga menyoroti sejumlah provinsi yang masih berada dalam kategori cakupan menengah, termasuk Sumatra Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, dan Maluku.

"Jadi memang ini yang harus kita kejar sama-sama," ujarnya.

Imunisasi HPV merupakan salah satu upaya pencegahan kanker serviks atau kanker leher rahim. Program ini diberikan melalui kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

Dalam pemaparannya, Indri menyebut capaian imunisasi HPV pada anak perempuan telah mencapai 83 persen. Sementara itu, pelaksanaan imunisasi HPV bagi anak laki-laki sedang berjalan di tiga provinsi, yakni DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Bali, dengan capaian 88 persen.

Perluasan program pada anak laki-laki menjadi bagian dari upaya pencegahan infeksi HPV yang tidak hanya berdampak pada perempuan. Meski capaian di sejumlah wilayah telah mendekati target, kesenjangan antardaerah masih perlu menjadi perhatian.

[Gambas:Video CNN]

LIHAT SELENGKAPNYA