7 Tanda Bos Ingin Kita Resign, Kamu Mengalaminya?

CNN Indonesia
Jumat, 06 Nov 2026 07:30 WIB
Ada beberapa tanda bos ingin kita resign. Namun hati-hati dalam menyimpulkan makna di balik perilaku bos, lebih baik diskusikan langsung dengannya.
Ilustrasi. Ada beberapa tanda bos ingin kita resign. Namun hati-hati dalam menyimpulkan makna di balik perilaku bos, lebih baik diskusikan langsung dengannya. (iStockphoto/AndreyPopov)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Berseberangan dengan pendapat si bos di kantor merupakan hal yang normal. Namun tak semua pemimpin mampu menerima perbedaan dan menginginkan bawahan yang tampak 'membangkang' untuk pergi saja.

Bagi yang merasa sedang tak harmonis dengan atasan, ada sejumlah tanda bos ingin kita resign yang bisa diperhatikan. Hanya saja, satu kejadian belum tentu membuktikan bos ingin kita mengundurkan diri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tanda bos ingin kita resign, apa saja?

Ada baiknya memperhatikan pola yang terjadi berulang kali, bukan langsung menyimpulkan. Beberapa perilaku mungkin menandakan masalah komunikasi atau ketidakpuasan terhadap kinerja.

Berikut ini beberapa tanda bos ingin kita resign yang dapat kamu cermati dengan kepala dingin.

1. Bos mulai menghindarimu

Dahulu atasan mudah ditemui, tetapi sekarang ia jarang menyapa atau selalu tampak sibuk saat kamu ingin berbicara.

Beberapa tandanya menurut Indeed, ia mungkin tidak membalas pesan dan email, menghindari percakapan di ruang istirahat, atau mengatur jadwal kerja yang jarang bertepatan dengan jadwalmu.

2. Pekerjaanmu diawasi secara berlebihan

Micromanagement dari si bos bisa terlihat dari instruksi yang sangat terperinci, pemeriksaan berulang, hingga kritik terhadap hal-hal kecil.

Pengawasan ketat terkadang memang diperlukan untuk membantumu berkembang. Namun, jika kritik terus diberikan tanpa arahan yang jelas atau solusi, kamu mungkin merasa sengaja dibuat tidak nyaman.

3. Tanggung jawab baru makin berkurang

Kesempatan mengerjakan proyek penting atau memegang tugas baru tiba-tiba menghilang. Si bos mungkin tidak lagi melibatkanmu dalam perencanaan, meskipun sebelumnya kamu sering dipercaya.

Hal tersebut bisa menandakan kepercayaan yang menurun, tetapi mungkin juga berkaitan dengan perubahan struktur tim. Coba minta penjelasan tentang peranmu dan tanyakan kompetensi apa yang perlu ditingkatkan agar bisa kembali berkontribusi.

4. Prestasimu jarang diakui

Hasil kerja bagus memang tak selalu harus dirayakan, tetapi pengakuan yang wajar membantu karyawan memahami bahwa kontribusinya terlihat. Kamu mungkin curiga bila pencapaianmu berulang kali diabaikan, sedangkan orang lain mendapat apresiasi.

Namun jangan buru-buru menganggap atasan sengaja menutup-nutupi keberhasilanmu. Sampaikan hasil kerja dengan data dan minta masukan secara profesional saat evaluasi.

5. Proyekmu dialihkan kepada orang lain

Proyek yang sebelumnya kamu tangani mungkin mendadak diberikan kepada rekan kerja tanpa penjelasan. Kamu juga bisa menerima tugas yang jauh di bawah tanggung jawab atau tingkat jabatanmu.

Perubahan ini mungkin terjadi karena kebutuhan tim, tetapi jika berulang dan disertai komunikasi yang buruk, situasinya perlu dibicarakan. Tanyakan alasan pengalihan serta ruang lingkup pekerjaan yang diharapkan darimu.

6. Kamu tak lagi mendapat informasi penting

Mengutip laman World Economic Forum, tanda bos ingin kita resign lainnya, yakni kamu tak lagi mendapat informasi penting darinya. Akibatnya, kamu sulit merencanakan pekerjaan maupun memahami peluang karier.

Kurangnya transparansi bisa membuatmu merasa tertahan. Cobalah menghadap dan minta update secara langsung dan spesifik, misalnya tentang target kuartal berikutnya atau keterampilan yang dibutuhkan untuk posisi saat ini.

7. Kritik disampaikan di depan umum

Kritik yang konstruktif sebaiknya berfokus pada pekerjaan dan disampaikan dengan cara yang menghormati karyawan.

Jika atasan berulang kali merendahkanmu dalam rapat, melontarkan sindiran, atau mempermalukanmu di hadapan rekan kerja, itu bukan pola komunikasi yang sehat.

Simpan catatan tanggal, konteks, dan saksi bila perlu. Kamu bisa mengajaknya bicara empat mata atau menghubungi HR jika perilaku tersebut berlanjut.

[Gambas:Video CNN]

Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan?

Tanda-tanda di atas bukan bukti pasti bahwa bos ingin kamu resign. Kumpulkan fakta, evaluasi kinerja berdasarkan indikator yang jelas, dan ajak bos berdiskusi dengan tenang. Di sisi lain, kamu pun perlu memperbaiki kinerjamu.

Simpan dokumentasi pekerjaan serta komunikasi penting, lalu cari saran dari HR atau mentor tepercaya jika situasi tidak membaik. Sebelum mengambil keputusan besar, pertimbangkan kondisi finansial dan rencana kariermu.

Langkah yang terukur akan membantumu menentukan apakah hubungan kerja dengan bos masih bisa diperbaiki atau sudah waktunya mencari peluang baru.

(rti)
LIHAT SELENGKAPNYA