Polemik kandungan pemanis dalam produk Beeru Stevia yang mencuat setelah influencer Dokter Detektif (Doktif) mengungkap hasil uji laboratorium kini menjadi perhatian Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Dalam hasil pengujian yang dibagikan Doktif, produk tersebut disebut mengandung sukralosa dan neotam. Kedua zat itu merupakan jenis pemanis buatan yang tidak tercantum dalam daftar komposisi produk.
BPOM menyatakan masih menelusuri produk tersebut melalui pengambilan sampel dan pengujian laboratorium.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini, BPOM masih melakukan penelusuran untuk pengambilan sampel dan pengujian. Informasinya akan disampaikan setelah hasil uji tersedia," demikian penjelasan BPOM RI saat dikonfirmasi pada Kamis (29/10), seperti dikutip dari detikHealth.
Polemik ini bermula dari unggahan Doktif yang mempertanyakan klaim Beeru Stevia sebagai produk pemanis berbahan stevia murni dengan nol kalori. Produk tersebut dipasarkan sebagai alternatif pemanis, termasuk bagi masyarakat yang ingin mengurangi asupan kalori.
Dalam video yang beredar di media sosial, Doktif menyebut hasil pengujian laboratorium menunjukkan adanya kandungan karbohidrat dan energi dalam produk tersebut.
"Tadi dokter dengar kan nol kalori ya. Dan cocok digunakan untuk teman-teman yang lagi diet dan defisit kalori. Tapi berdasarkan hasil lab, dokter kurang setuju," ujar Doktif dalam unggahan di akun Instagram-nya, dikutip Jumat (30/10).
Berdasarkan dokumen hasil pengujian yang ditampilkan Doktif, Beeru Stevia memiliki kandungan karbohidrat sebesar 47,21 persen dan energi total 188,84 kilokalori per 100 gram sampel. Dokumen yang sama juga menunjukkan kandungan sukralosa sebesar 101.297,89 miligram per liter (mg/L) dan neotam sebesar 5.280,99 mg/L.
Doktif menyoroti keberadaan kedua zat tersebut karena tidak tercantum dalam daftar komposisi produk.
"Kalian lihat, ada neotam dan sukralosa. Itu adalah pemanis buatan. Sementara di komposisinya tidak tertulis neotam dan sukralosa," katanya.
Ia juga membandingkan hasil pengujian tersebut dengan ketentuan BPOM mengenai penggunaan pemanis buatan. Doktif mengklaim kadar kedua zat tersebut melampaui batas yang diperbolehkan.
Beeru hentikan sementara penjualan Stevia
Di tengah polemik yang berkembang, Beeru Indonesia mengumumkan penghentian sementara penjualan produk Beeru Stevia. Melalui pernyataan resminya, manajemen Beeru Indonesia menyampaikan permohonan maaf kepada konsumen atas keresahan yang muncul.
"Perlu kami sampaikan bahwa Beeru Stevia diproduksi melalui kerja sama dengan mitra manufaktur yang menangani formulasi, pengadaan bahan baku, dan proses produksi. Saat ini, kami sedang berkoordinasi dengan pihak manufaktur dan melakukan verifikasi lebih lanjut," tulis manajemen Beeru Indonesia.
Hingga kini, kepastian mengenai kandungan Beeru Stevia dan kesesuaiannya dengan ketentuan keamanan pangan masih menunggu hasil penelusuran dan pengujian laboratorium BPOM.
(anm/tis)

