Kehamilan membawa berbagai perubahan pada tubuh perempuan. Selain perubahan fisik, lonjakan hormon selama masa ini juga dapat memengaruhi kesehatan gigi dan gusi hingga kondisi psikologis ibu.
Karena itu, menjaga kesehatan selama kehamilan tidak cukup hanya dengan memperhatikan asupan nutrisi dan perkembangan janin. Kesehatan rongga mulut serta kesejahteraan mental juga perlu menjadi perhatian.
Masa kehamilan merupakan periode ketika tubuh mengalami berbagai perubahan fisiologis dan hormonal. Perubahan tersebut tidak hanya memengaruhi kondisi fisik secara umum, tetapi juga jaringan periodontal atau jaringan pendukung gigi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peningkatan hormon selama kehamilan dapat membuat gusi lebih rentan mengalami peradangan. Jika tidak ditangani dengan baik, gangguan pada jaringan periodontal dapat berkembang dan memengaruhi kesehatan gigi.
Kepala Program Studi Spesialis 1 Periodonsia FKG UI Dimas Ilham Hutomo mengatakan edukasi ini bertujuan membantu ibu hamil menjalani masa kehamilan hingga setelah melahirkan dengan lebih tenang dan bahagia.
Menurut Dimas, perubahan hormon setelah persalinan juga dapat memengaruhi kondisi emosional ibu. Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan memiliki pemahaman lebih baik mengenai kesehatan diri, termasuk kemampuan mengelola stres agar dapat menjalani masa kehamilan dengan lebih rileks.
Radang Gusi Rentan Terjadi Saat Hamil
Salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang kerap dialami ibu hamil adalah gingivitis gravidarum atau peradangan gusi selama kehamilan. Guru Besar Periodonsia FKG UI Sri Lelyati bersama mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis, Jelshagrysna Jessyella Rope, menjelaskan gejala awal kondisi tersebut.
Salah satu tanda yang paling mudah dikenali adalah gusi mudah berdarah, terutama saat menyikat gigi. Gusi juga dapat mengalami pembengkakan dan kemerahan.
Kondisi ini tidak semata-mata disebabkan oleh penumpukan bakteri atau karang gigi. Peningkatan hormon selama kehamilan dapat memicu respons peradangan yang lebih besar pada jaringan gusi terhadap bakteri di dalam plak.
"Akibatnya, gusi menjadi lebih sensitif dan rentan mengalami peradangan, bahkan ketika jumlah plak tidak terlalu banyak," kata dia.
Oleh karena itu, ibu hamil perlu menjaga kebersihan rongga mulut secara rutin. Menyikat gigi dengan benar dan melakukan pemeriksaan gigi berkala menjadi langkah penting untuk membantu mencegah gangguan kesehatan gusi selama kehamilan.
Kesehatan Mental Ibu Hamil Juga Perlu Dijaga
Selain kesehatan gigi dan mulut, kondisi psikologis menjadi aspek lain yang tidak boleh diabaikan selama kehamilan. Perubahan hormon dapat memengaruhi suasana hati atau mood ibu hamil. Di sisi lain, berbagai perubahan fisik, kekhawatiran terhadap persalinan, hingga penyesuaian dengan kehidupan setelah kelahiran bayi juga dapat menjadi sumber tekanan emosional.
Kepala Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk, Linda Lidya bersama psikolog Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk, Mentari Ilmi Famiati Avicenia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan kesehatan fisik dan mental selama kehamilan.
Kesehatan mental ibu perlu mendapat perhatian karena kondisi psikologis selama kehamilan merupakan bagian dari kesehatan ibu secara menyeluruh. Dengan pengelolaan stres yang baik dan dukungan yang memadai, ibu diharapkan dapat menjalani kehamilan dengan lebih nyaman.
Departemen Periodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) bersama Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, menggelar edukasi kesehatan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya kesehatan gigi dan psikologis selama kehamilan.
Lihat Juga : |
Kegiatan bertema "Edukasi Kesehatan Periodontal untuk Meningkatkan Kesadaran Kesehatan Periodontal dan Psychological Well-Being pada Ibu Hamil" tersebut berlangsung di Aula Puskesmas Kebon Jeruk. Sebanyak 50 ibu hamil mengikuti kegiatan ini.
Tidak hanya memberikan edukasi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan pemeriksaan kebersihan gigi dan mulut menggunakan metode Oral Hygiene Index-Simplified (OHI-S). Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengukur tingkat kebersihan rongga mulut berdasarkan keberadaan debris atau sisa makanan serta kalkulus atau karang gigi.
Hasil pemeriksaan OHI-S dapat menjadi gambaran awal kondisi kebersihan rongga mulut para peserta. Dengan begitu, ibu hamil dapat mengetahui kondisi kesehatan gigi dan mulutnya serta meningkatkan kesadaran untuk melakukan perawatan secara rutin.
(tis/tis)

