Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), Malaysia, mengembangkan sistem hologram untuk membantu penumpang pesawat yang baru tiba memahami prosedur dan persyaratan masuk ke negara tersebut.
Teknologi ini nantinya ditempatkan di gedung satelit Terminal 1. Pengembangan hologram tersebut bertujuan memudahkan pelancong memperoleh informasi melalui teknologi.
Wakil Direktur Jenderal Bidang Manajemen Badan Pengendalian dan Perlindungan Perbatasan Malaysia (AKPS), Ismail Mokhtar, mengatakan pengembangan hologram tersebut bertujuan memudahkan pelancong memperoleh informasi melalui teknologi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami telah membuat hologram yang akan ditempatkan di gedung satelit bandara untuk memberikan informasi kepada wisatawan yang baru tiba mengenai persyaratan masuk yang harus mereka penuhi," ujarnya, seperti dikutip dari surat kabar The Star.
KLIA merupakan bandara terbesar di Asia Tenggara berdasarkan luas wilayah. Bandara ini memiliki dua terminal penumpang utama dengan layanan maskapai yang berbeda.
Terminal 1 KLIA melayani maskapai layanan penuh dan penerbangan internasional, seperti Malaysia Airlines, Batik Air, Emirates, dan Singapore Airlines. Sementara itu, Terminal 2 terutama melayani maskapai berbiaya rendah atau low-cost carrier.
Pada September 2026, KLIA mencatat sekitar 4,9 juta pergerakan penumpang. Tingkat kepuasan penumpang di Terminal 1 mencapai 98,8 persen, sedangkan Terminal 2 sebesar 99,4 persen.
Selain itu, proses pemeriksaan keamanan di kedua terminal juga terbilang efisien. Hampir seluruh antrean pemeriksaan keamanan dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 10 menit.
(dsd/wiw)