Bocah Kritis Diserang Serigala Saat Interaksi Satwa di Kebun Binatang

CNN Indonesia
Senin, 02 Nov 2026 12:00 WIB
Bocah Kritis Diserang Serigala Saat Interaksi Satwa di Kebun Binatang
Ilustrasi serigala. (Pixabay/skeeze)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang anak perempuan berusia delapan tahun mengalami luka berat usai diserang seekor serigala Arktik dalam acara khusus pengawas satwa di taman suaka margasatwa Wildpark Johannismühle, Jerman, Selasa (28/10).

Insiden tersebut terjadi di taman satwa yang terletak di Baruth/Mark, sekitar 72 kilometer di selatan Berlin. Korban yang mengalami luka parah langsung dievakuasi menggunakan helikopter medis menuju rumah sakit di Berlin.

Kepolisian Brandenburg membeberkan bahwa serangan terjadi saat petugas perawat satwa tengah memberikan air minum kepada kawanan serigala di dalam kandang penangkaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Korban diserang dan dilukai oleh setidaknya satu ekor serigala saat berada di dalam area penangkaran," tulis laporan kepolisian setempat, melansir Bild.
Kendati kondisi medis resminya belum diumumkan ke publik, media lokal melaporkan bahwa korban mengalami luka kritis di bagian kepala.

Saat insiden berlangsung, terdapat dua anak perempuan lainnya yang juga berada di dalam kandang. Beruntung, petugas perawat satwa yang bersamanya sigap mengambil tindakan untuk melindungi kedua anak tersebut dari amukan serigala.

Mengutip Fox News, pihak berwenang dari Distrik Teltow-Fläming mengonfirmasi bahwa tim psikolog dan rohaniwan telah diterjunkan untuk memberikan pendampingan trauma kepada empat orang saksi kunci, termasuk tiga anak-anak yang berada di lokasi kejadian.

Investigasi lintas lembaga yang melibatkan Otoritas Konservasi Alam serta Kantor Pengawasan Veteriner dan Pangan kini tengah berjalan untuk memeriksa aspek kesejahteraan dan perilaku satwa di lokasi tersebut.

Taman Marga Satwa Wildpark Johannismühle selama ini mempromosikan pengalaman berinteraksi jarak dekat dengan satwa melalui program "Zookeeper for a Day". Dalam program tersebut, pengunjung anak-anak diizinkan membantu petugas memberi makan hingga membersihkan kandang satwa.

Manajemen taman satwa memutuskan untuk menutup sementara seluruh fasilitas operasional hingga 2 November mendatang guna kepentingan penyelidikan.

"Kami sangat berharap anak tersebut segera pulih dan mendoakan kekuatan bagi seluruh pihak yang terdampak untuk memproses peristiwa mengejutkan ini," ujar pejabat Distrik Teltow-Fläming, Björn Christian Paterok, dalam pernyataan resminya.

(wiw)
placeholder
LIHAT SELENGKAPNYA