Bagi orang Indonesia, teh jadi minuman sehari-hari kita. Baik disajikan hangat, dingin, dengan gula, maupun tanpa gula, kurang lengkap rasanya kalau makan tetapi tak minum teh.
Bahkan, baru-baru ini sebuah penelitian besar yang dilakukan Zichen Ye dkk. di China menemukan orang yang bisa minum teh memiliki risiko penyakit vaskular 11 persen lebih rendah ketimbang yang tidak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Risiko penyakit pembuluh darah lebih rendah
Studi yang dipublikasi di Journal of Internal Medicine pada Oktober 2026 ini, melibatkan data 485.934 peserta dari China Kadoorie Biobank (CKB).
Penelitian ini mengikuti peserta selama rata-rata 9,05 tahun. Selama periode itu, 14.863 orang mengalami penyakit pembuluh darah untuk pertama kalinya.
Hasilnya menunjukkan hubungan antara kebiasaan minum teh dan risiko penyakit tersebut. Orang yang terbiasa minum teh memiliki risiko penyakit vaskular 11 persen lebih rendah dibandingkan kelompok pembanding.
Hubungan ini terlihat lebih konsisten pada teh hitam dibandingkan teh hijau. Teh dengan suhu seduhan sedang juga berkaitan dengan risiko lebih rendah.
Sebaliknya, minum teh yang sangat panas berkaitan dengan risiko penyakit vaskular sekitar 16 persen lebih tinggi.
Namun perlu dicatat, hubungan jumlah teh dengan risiko penyakit tidak selalu berarti "makin banyak makin baik."
Para peneliti memperkirakan risiko terendah pada sekitar 6-8 cangkir sehari ketimbang orang yang minum teh setiap minggu. Namun angka ini bukan anjuran untuk mulai minum sebanyak itu.
Kombinasi rutin minum teh, tidak merokok, dan aktif secara fisik berkaitan dengan risiko penyakit vaskular paling rendah dalam analisis tersebut, yakni sekitar 45 persen lebih rendah dibandingkan kelompok pembanding.
Cara minum teh yang benar
Ilustrasi. Ketahui cara minum teh yang benar untuk mendapat manfaat penurunan risiko penyakit vaskular. (istockphoto/owngarden) |
Hasil studi di atas menunjukkan, minum teh dengan cara tertentu bisa memaksimalkan khasiatnya untuk menurunkan risiko penyakit pembuluh darah. Berikut ini beberapa cara minum teh yang benar:
1. Minum dalam jumlah yang tepat
Seperti disebutkan sebelumnya, Anda tak perlu minum 6-8 cangkir teh setiap harinya untuk mendapatkan manfaat kesehatan dalam penelitian tersebut.
"Meskipun manfaat tertinggi ditunjukkan dengan jumlah konsumsi teh tertinggi, Anda tetap dapat memperoleh manfaat dari dua hingga tiga cangkir teh hitam atau teh hijau setiap hari," kata Dokter Naturopati, Erin Duffy Stokes, seperti dilansir Woman's World.
2. Perbanyak teh hitam
Dalam studi di atas, teh hitam maupun teh hijau dikaitkan dengan risiko penyakit yang lebih rendah. Namun teh hitam bisa jauh lebih efektif.
Hal ini karena daun teh hitam dibiarkan menggelap di udara sebelum dikering. Inilah yang menciptakan zat alami berbeda dan memengaruhi pembuluh darah. Meski demikian, jangan ragu untuk menikmati jenis teh lainnya selain teh hitam.
3. Jangan diminum pada suhu terlalu panas
Stokes mengatakan, minumlah teh pada suhu yang tidak terlalu panas. Namun suhu ideal untuk menyeduh teh tergantung dari jenis teh yang Anda minum.
"Teh hijau, khususnya, sensitif terhadap penyeduhan dalam air mendidih dan sebenarnya paling baik diseduh pada suhu 160 hingga 185 derajat, sedangkan teh hitam dapat mentoleransi suhu mendekati titik didih (sekitar 200 derajat)," tutur Stokes.
4. Jangan seduh terlalu lama
Stokes juga mengingatkan untuk tidak menyeduh teh terlalu lama, agar Anda bisa mendapatkan manfaat terbaiknya.
"Jika Anda menyeduh teh Anda melebihi waktu yang disarankan, yaitu dua hingga tiga menit untuk teh hijau dan tiga hingga empat menit untuk teh hitam, hal itu sebenarnya dapat menurunkan senyawa bermanfaat yang ditemukan dalam daun teh," ujarnya.
5. Seduh tanpa campuran apa pun
Adapun menurut Dietisien Keri Gans, idealnya teh disebuh tanpa campuran apa pun, seperti gula, susu, dan tambahan perisa lainnya.
"Kemungkinan karena teh yang diseduh mempertahankan lebih banyak senyawa antioksidan bioaktif alami, seperti polifenol dan katekin," kata Gans, seperti dikutip dari Women's Health Mag.
Itu dia beberapa cara minum teh yang benar agar Anda bisa mendapatkan manfaatnya dalam menurunkan risiko penyakit vaskular.
Namun perlu diingat, minumlah teh yang memang diseduh. Banyak teh olahan di dalam kemasan mengandung tambahan gula, pemanis, atau pati olahan yang justru dapat menghilangkan manfaat minum teh.
(rti)

