Mengamati burung yang hinggap di pohon atau terbang di langit mungkin terlihat seperti kegiatan sederhana. Seseorang hanya perlu duduk, memperhatikan gerak-geriknya, lalu mencoba mengenali jenis burung yang datang.
Namun, siapa sangka kegiatan yang kerap dianggap sekadar hobi ini ternyata berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan otak.
Sejumlah penelitian menemukan aktivitas mengamati burung atau birdwatching berkaitan dengan kemampuan kognitif, mulai dari perhatian hingga pengenalan visual. Bahkan, sebuah program sederhana dengan memasang tempat makan burung di panti jompo dilaporkan menunjukkan perubahan positif pada kemampuan kognitif penghuninya hanya dalam tiga hingga empat minggu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam The Journal of Neuroscience membandingkan hasil pemindaian otak menggunakan magnetic resonance imaging (MRI) pada peserta yang diminta mengenali berbagai spesies burung.
Hasilnya, otak para pengamat burung berpengalaman menunjukkan pola konektivitas yang berbeda pada sejumlah area. Bagian otak tersebut berkaitan dengan perhatian, persepsi visual, dan kemampuan mengenali objek secara visual.
Perbedaan itu semakin terlihat ketika peserta diperlihatkan spesies burung yang belum pernah mereka kenali sebelumnya. Temuan ini menunjukkan pengalaman mengamati burung berkaitan dengan cara otak memproses informasi visual sekaligus mengarahkan perhatian.
Peneliti juga melihat kemungkinan bahwa keterampilan tersebut berkaitan dengan terjaganya organisasi jaringan otak seiring bertambahnya usia. Artinya, mempelajari keterampilan seperti mengenali berbagai spesies burung sejak usia muda berpotensi memberikan manfaat yang bertahan hingga seseorang memasuki usia lanjut.
Manfaat mengamati burung juga pernah diuji secara langsung pada kelompok lansia di Jerman. Mengutip BBC, sebuah proyek yang dipimpin profesor psikologi dari Catholic University of Eichstätt-Ingolstadt memasang tempat makan burung di luar panti jompo. Lokasinya diatur agar burung yang datang bisa terlihat oleh para penghuni dari area bersama.
Hasilnya cukup menarik. Setelah tiga hingga empat minggu, para penghuni panti menunjukkan peningkatan kemampuan mengingat dan berkonsentrasi. Peneliti melaporkan adanya perubahan positif dalam aktivitas sehari-hari para lansia. Mereka terlihat lebih mampu mengikuti percakapan, mengenali burung yang pernah dilihat, hingga terlibat dalam interaksi dengan anggota keluarga yang datang berkunjung.
Perubahan juga terlihat dari sisi emosional. Staf panti bahkan melaporkan kembali melihat senyum pada wajah sejumlah penghuni yang sebelumnya jarang menunjukkan ekspresi tersebut.
Birdwatching juga digunakan dalam terapi demensia
Pemanfaatan kegiatan mengamati burung untuk mendampingi lansia juga dilakukan di negara lain. Di Amerika Serikat, misalnya, terdapat program pendampingan demensia bernama Bird Tales. Program yang dimulai pada 2013 itu awalnya diterapkan di empat komunitas perawatan di Connecticut, sebelum berkembang ke Texas dan Colorado.
Sementara itu, di Inggris, organisasi nirlaba Age UK mengadakan kelompok pengamatan burung mingguan di Forge Mill Lake, West Midlands. Kegiatan mengamati burung memang bukan sekadar melihat hewan yang terbang atau hinggap di pepohonan. Ada sejumlah proses mental yang terlibat ketika seseorang melakukan aktivitas ini.
Saat mengamati burung, seseorang perlu memusatkan perhatian pada gerakan, bentuk, warna, dan suara. Mereka juga dapat mencoba mengingat apakah pernah melihat burung dengan ciri serupa sebelumnya.
Bagi pengamat yang sudah berpengalaman, kegiatan ini bahkan melibatkan kemampuan membedakan spesies berdasarkan detail kecil, seperti bentuk paruh, pola warna bulu, ukuran tubuh, hingga suara kicauannya.
Berbagai aktivitas tersebut melibatkan kemampuan perhatian, pengamatan visual, dan ingatan. Kemampuan-kemampuan inilah yang berkaitan dengan fungsi kognitif dan menjadi perhatian dalam sejumlah penelitian mengenai pengamat burung.
Menariknya, kegiatan ini juga tidak membutuhkan peralatan yang rumit. Seseorang bisa memulainya dengan duduk di dekat jendela dan memperhatikan burung yang datang ke halaman rumah.
Mengunjungi taman atau ruang terbuka hijau yang memungkinkan seseorang melihat satwa liar juga bisa menjadi pilihan. Dengan cara sederhana tersebut, mengamati burung dapat menjadi salah satu aktivitas menyenangkan untuk melatih perhatian sekaligus menjaga otak tetap aktif.
(anm/tis)

