Dermaesthetics Academy Bekali Dokter Kompetensi di Bidang Estetika

Advertorial | CNN Indonesia
Senin, 02 Nov 2026 14:00 WIB
Dermaesthetics Academy Bekali Dokter Kompetensi di Bidang Estetika
Dermaesthetics Academy hadirkan pendidikan estetika medis terstruktur melalui 41 modul dan program intensif untuk bangun kompetensi klinis dan penalaran ilmiah dokter. (Foto: Arsip Dermaesthetics Academy)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pertumbuhan industri estetika medis di Indonesia mendorong kebutuhan terhadap dokter yang memiliki kompetensi klinis, pemahaman ilmiah, dan keterampilan tindakan yang memadai. Sayangnya, tidak semua program pelatihan mampu memenuhi kebutuhan tersebut.

Di tengah lanskap pelatihan estetika yang menawarkan beragam program, Dermaesthetics Academy menghadirkan pendidikan terstruktur untuk membantu dokter memahami dasar keilmuan di balik setiap prosedur estetika.

Direktur Dermaesthetics Academy, dr. Stiven Eli, menjelaskan bahwa akademi yang resmi dibuka pada 21 September 2026 di kawasan Bekasi Central Business District (BCBD) ini hadir untuk menjawab kebutuhan pendidikan estetika yang lebih mendalam. Menurutnya, pelatihan yang berlangsung singkat dan berfokus pada satu pola tindakan berisiko membatasi pemahaman peserta terhadap kebutuhan klinis yang beragam.

"Kompetensi dokter estetika perlu dibangun melalui pemahaman yang menyeluruh, mulai dari dasar biologis hingga pertimbangan klinis dalam menentukan tindakan. Harapannya, peserta paham alasan di balik setiap prosedur sehingga bisa menganalisis kebutuhan pasien dan menyusun pendekatan yang cocok," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Kebutuhan tersebut semakin relevan seiring perkembangan pasar estetika medis. Asian Insiders memperkirakan pasar estetika medis Indonesia tumbuh setidaknya 10 persen setiap tahun dalam beberapa tahun mendatang.

Pertumbuhan ini membuka peluang bagi dokter untuk mengembangkan kompetensi di bidang estetika, sekaligus meningkatkan kebutuhan terhadap pendidikan yang membekali tenaga medis dengan pengetahuan dan keterampilan klinis yang memadai.

Dermaesthetics Academy mengembangkan program pendidikan yang mencakup 41 modul, mulai dari teori dasar, prosedur klinis, aspek hukum, hingga nutrisi. Akademi ini juga menawarkan program intensif selama tiga bulan atau long course untuk membangun pemahaman biologis dan insting klinis peserta secara bertahap.

Struktur pembelajaran tersebut dirancang agar dokter dapat memahami keterkaitan antara karakteristik pasien, kondisi biologis, dan pemilihan prosedur. Dengan pendekatan ini, peserta mempelajari pertimbangan yang mendasari suatu tindakan, termasuk bagaimana menyesuaikan perencanaan perawatan dengan karakteristik wajah setiap individu.

"Kemampuan teknis dan penalaran klinis perlu sama-sama kuat dalam praktik estetika. Karena itu, pembelajaran kami tidak hanya mencakup asesmen pasien dan penyusunan rencana perawatan, tetapi juga demonstrasi teknik tindakan serta diskusi soal berbagai pertimbangan yang memengaruhi keputusan klinis," kata dr. Stiven.

Metode pembelajaran akademi menggabungkan praktik langsung (hands-on learning), demonstrasi, dan diskusi klinis. Kombinasi tersebut memberi ruang bagi peserta untuk mempelajari prosedur sekaligus mendalami penerapannya dalam konteks praktik medis.

Pendekatan ini mencerminkan filosofi pendidikan Dermaesthetics Academy yang mengintegrasikan pengetahuan (knowledge), keahlian (expertise), teknologi (technology), dan pengalaman praktik (hands-on experience) dalam satu ekosistem pembelajaran.

Menurut dr. Stiven, penguasaan tren dan perkembangan teknologi estetika perlu disertai kemampuan menilai relevansi suatu metode. Dalam menilai, dokter harus mempertimbangkan kondisi pasien dan prinsip ilmiah yang mendasarinya.

"Proses belajar kami mendorong dokter untuk berpikir analitis, memahami dasar ilmu di balik tindakan, dan mengembangkan keterampilan melalui praktik yang terarah. Dengan begitu, pendidikan estetika dapat menjadi fondasi bagi pengembangan kompetensi jangka panjang," paparnya.

Melalui kurikulum terstruktur dan program intensif, Dermaesthetics Academy menempatkan pendidikan berkelanjutan sebagai pendekatan untuk mendukung pengembangan kompetensi dokter sejalan dengan dinamika industri estetika medis Indonesia.

(adv/adv)
LIHAT SELENGKAPNYA