Ciri-Ciri Penebalan Dinding Rahim, Apakah Berbahaya?

CNN Indonesia
Jumat, 06 Nov 2026 20:45 WIB
Ciri-ciri penebalan dinding rahim sering kali sulit dikenali tanpa pemeriksaan medis. Lantas, apakah kondisi ini selalu berbahaya?
Ilustrasi. Ciri-ciri penebalan dinding rahim sering kali sulit dikenali tanpa pemeriksaan medis. Lantas, apakah kondisi ini selalu berbahaya? (iStockphoto/LukaTDB)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Ciri-ciri penebalan dinding rahim sering kali sulit dikenali tanpa pemeriksaan medis. Sebagian orang baru menyadarinya setelah mengalami perubahan pola menstruasi atau menjalani pemeriksaan USG.

Lantas, apakah kondisi ini selalu berbahaya?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Penebalan dinding rahim dapat terjadi karena perubahan hormon, tetapi pada sebagian kasus juga berkaitan dengan perubahan sel yang perlu ditangani. Karena itu, penting untuk mengenali gejalanya dan memahami kapan perlu berkonsultasi dengan dokter.

Berikut penjelasan mengenai tanda, penyebab, risiko, dan pemeriksaannya.

Apa itu penebalan dinding rahim?

Penebalan dinding rahim atau hiperplasia endometrium adalah kondisi ketika lapisan bagian dalam rahim (endometrium) tumbuh lebih tebal dari biasanya.

Dikutip dari Cleveland Clinic, kondisi ini sering berkaitan dengan perdarahan rahim yang tidak normal.

Penebalan dapat terjadi ketika tubuh memiliki terlalu banyak hormon estrogen dan tidak cukup progesteron. Akibatnya, lapisan rahim tidak luruh sebagaimana mestinya dan terus tumbuh.

Kondisi ini lebih sering dialami orang yang sedang memasuki masa perimenopause atau telah mengalami menopause.


Ciri-ciri penebalan dinding rahim

Gejala utama penebalan dinding rahim adalah perdarahan menstruasi yang tidak biasa. Tanda yang dapat muncul meliputi:

  • Perdarahan di antara jadwal menstruasi
  • Siklus menstruasi lebih pendek dari 21 hari
  • Darah menstruasi lebih banyak dari biasanya
  • Menstruasi berlangsung lebih lama
  • Perdarahan setelah menopause

Perdarahan yang banyak dan berlangsung lama juga dapat menyebabkan anemia. Kondisi ini bisa membuat seseorang merasa lemas, mudah lelah, atau pusing.


Apakah penebalan dinding rahim berbahaya?

Penebalan dinding rahim tidak selalu berarti kanker. Pada hiperplasia tanpa atypia, sel-sel masih tampak normal dan kemungkinan berkembang menjadi kanker tergolong rendah. Sebagian kasus dapat membaik, sedangkan sebagian lainnya memerlukan terapi hormon.

Namun, jenis yang disebut endometrial intraepithelial neoplasia (EIN) atau hiperplasia atipikal memiliki risiko lebih tinggi berkembang menjadi kanker endometrium. Karena itu, dokter perlu menentukan jenis penebalan melalui pemeriksaan jaringan.

Untuk mengetahui penyebab dan kondisinya, dokter dapat menyarankan beberapa pemeriksaan, seperti:

  • USG transvaginal, untuk melihat ketebalan dan bentuk lapisan rahim.
  • Biopsi endometrium, untuk mengambil sampel jaringan dan memeriksa selnya.
  • Histeroskopi, untuk melihat bagian dalam rahim dan mengambil sampel jika diperlukan.

Melansir dari National Library of Medicine, ketebalan endometrium perlu dinilai sesuai usia, fase siklus menstruasi, dan ada tidaknya perdarahan. Karena itu, hasil USG saja belum tentu cukup untuk memastikan diagnosis.

Demikian beberapa ciri penebalan dinding rahim. Segera periksakan diri apabila terjadi perdarahan yang terjadi di luar jadwal menstruasi, menstruasi yang sangat banyak atau berkepanjangan, serta perdarahan setelah menopause.

Pemeriksaan juga penting jika perdarahan berulang atau disertai lemas dan pusing.

[Gambas:Video CNN]

(gas/fef)
LIHAT SELENGKAPNYA