Bukan Louvre, Museum Paling Banyak Dikunjungi di Dunia Ada di China

CNN Indonesia
Selasa, 03 Nov 2026 20:00 WIB
Bukan Louvre, Museum Paling Banyak Dikunjungi di Dunia Ada di China
Palace Museum di Beijing, China, museum paling banyak dikunjungi di dunia. (iStockphoto/ithinksky)
Jakarta, CNN Indonesia --

Palace Museum di Beijing, China, menjadi museum yang paling banyak dikunjungi di dunia sepanjang tahun 2025.

Museum yang dikenal sebagai Forbidden City atau Kota Terlarang ini mencatat sekitar 19 juta kunjungan, mengungguli museum-museum ikonik dunia, termasuk Louvre di Paris, Prancis.

Peringkat tersebut dirilis oleh Themed Entertainment Association (TEA) melalui laporan TEA Global Experience Index yang memuat data jumlah kunjungan destinasi wisata dan tempat hiburan di berbagai negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

TEA menyusun peringkat berdasarkan jumlah kunjungan sepanjang tahun kalender, bukan penilaian terhadap kualitas koleksi, arsitektur, fasilitas, atau popularitas museum melalui survei.

Dalam penyusunannya, TEA bekerja sama dengan mitra riset Entertainment + Culture Advisors (ECA) dan The Park Database (TPDB).

Cakupan museum dalam indeks tahun ini juga diperluas hingga mencakup istana bersejarah dan situs yang memiliki koleksi terkurasi, seperti Summer Palace dan Palace of Versailles.

Museum di Asia terlihat mendominasi daftar tersebut. Tiga posisi teratas seluruhnya ditempati museum di China, sementara secara keseluruhan terdapat 14 institusi dari Asia yang masuk dalam 20 besar, terdiri dari 12 museum di China dan dua di Korea Selatan.

Secara keseluruhan, 20 museum teratas dalam indeks tersebut mencatat total 161,4 juta kunjungan sepanjang 2025. Jumlah ini meningkat 5,4 persen dibandingkan total kunjungan pada 2024 di 20 institusi yang sama.

Museum ikonik Louvre menempati posisi keempat dengan 9.046.000 kunjungan. Angka tersebut terpaut hampir 10 juta kunjungan dari Palace Museum di Beijing. Meski demikian, Louvre tetap menjadi museum yang paling banyak dikunjungi di luar China.

British Museum di London dan Palace of Versailles di Prancis juga masuk dalam 10 besar. Adapun Metropolitan Museum of Art di New York menempati posisi ke-17 dengan hampir 6 juta pengunjung sepanjang tahun lalu.

Mengutip dari Time Out, berikut daftar lengkapnya berdasarkan 2025 TEA Global Experience Index:

1. Palace Museum, Beijing, China - 19.000.000 kunjungan
2. Summer Palace, Beijing, China - 17.381.000 kunjungan
3. Museum of Emperor Qin Shihuang's Mausoleum Site, Xi'an, China - 10.970.000 kunjungan
4. Musée du Louvre, Paris, Prancis - 9.046.000 kunjungan
5. Palace of Versailles, Prancis - 8.400.000 kunjungan
6. Shenzhen Nanshan District Museum, Shenzhen, China - 7.455.000 kunjungan
7. Natural History Museum, London, Inggris - 7.117.000 kunjungan
8. Vatican Museums, Kota Vatikan - 6.934.000 kunjungan
9. Opium War Museum, Dongguan, China - 6.929.000 kunjungan
10. National Museum of China, Beijing, China - 6.900.000 kunjungan
11. Gyeongbokgung Palace, Seoul, Korea Selatan - 6.887.000 kunjungan
12. National Museum of Korea, Seoul, Korea Selatan - 6.507.000 kunjungan
13. British Museum, London, Inggris - 6.440.000 kunjungan
14. Prince Kung's Mansion Museum, Beijing, China - 6.120.000 kunjungan
15. Sanxingdui Museum, Guanghan, China - 6.080.000 kunjungan
16. Chengdu Wuhou Shrine Museum, Chengdu, China - 6.030.000 kunjungan
17. The Metropolitan Museum of Art, New York, Amerika Serikat - 5.984.000 kunjungan
18. Nanjing Museum, Nanjing, China - 5.860.000 kunjungan
19. Shenyang Palace Museum, Shenyang, China - 5.852.000 kunjungan
20. China Science and Technology Museum, Beijing, China - 5.530.000 kunjungan.

(dsd/wiw)
placeholder
LIHAT SELENGKAPNYA