Jumlah perjalanan wisatawan Indonesia ke luar negeri mengalami penurunan pada Januari-Agustus 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) ke luar negeri pada Januari-Agustus 2026 mencapai 5,90 juta perjalanan. Angka tersebut turun 3,56 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, yakni sebanyak 6,12 juta perjalanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, jumlah perjalanan wisnas pada September 2026 tercatat sebanyak 600.605 perjalanan. Angka ini turun 6,69 persen dibandingkan Agustus 2026, dan turun 13,69 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
"Penurunan perjalanan wisnas secara bulanan ini seiring dengan peningkatan harga tiket penerbangan internasional, contohnya dari Aceh ke Malaysia mengalami peningkatan," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono, Senin (2/11), mengutip Antara.
BPS menyebut, pelemahan nilai tukar rupiah, ketidakpastian geopolitik, berkurangnya frekuensi penerbangan internasional, serta tingginya harga tiket pesawat sebagai beberapa faktor yang memengaruhi penurunan perjalanan wisnas.
Selain itu, fenomena kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada September 2026 juga mengganggu aktivitas penerbangan internasional.
"Serta juga ada fenomena kabut asap yang terjadi di antaranya pada September yang tentunya ini memengaruhi penerbangan di level internasional," tambah Ateng.
Pelemahan rupiah juga berdampak pada biaya perjalanan ke luar negeri, contohnya Swiss.
Ferani Heng, Market Representative Indonesia dari Switzerland Tourism mengatakan, melemahnya rupiah turut berdampak ke penurunan wisatawan Indonesia ke Swiss.
"Nilai tukar franc Swiss terhadap rupiah mencapai Rp22.339 pada Agustus 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 8,93 persen dibandingkan Agustus 2025 yang tercatat sebesar Rp20.507," jelas Ferani dalam Switzerland Tourism Annual Media Briefing 2026, Selasa (3/11).
Hal tersebut, lanjut Ferani, membuat wisatawan Indonesia membutuhkan biaya yang lebih tinggi untuk berlibur atau melakukan perjalanan ke Swiss.
