Demi Datangkan Banyak Turis Asing, Greenland Resmikan Bandara Baru

CNN Indonesia
Rabu, 04 Nov 2026 13:00 WIB
Demi Datangkan Banyak Turis Asing, Greenland Resmikan Bandara Baru
Permukiman penduduk di Old Nuuk, Greenland, yang kerap jadi daya tarik. (REUTERS/Sarah Meyssonnier)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wilayah otonom Greenland resmi membuka bandara internasional baru di kota Ilulissat demi menggenjot sektor pariwisata global sekaligus memperkuat fondasi ekonomi menuju kemerdekaan dari Denmark.

Penerbangan perdana rute internasional yang menghubungkan Kopenhagen, Denmark, dengan Ilulissat pada Kamis (29/10) menggunakan armada Airbus A330neo menjadi tonggak sejarah ekspansi ekonomi Greenland yang selama ini bergantung pada sektor perikanan.

Ilulissat, yang dijuluki sebagai "Kota Gunung Es", terletak di pesisir barat dan merupakan kota terbesar ketiga di Greenland. Destinasi yang berjarak 550 kilometer di utara ibu kota Nuuk ini menawarkan wisata perahu anjing penarik atau sled dog hingga pelayaran melewati gunung es di Teluk Disko.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menyebut proyek bandara baru ini sebagai salah satu investasi terbesar dalam sejarah pulau bertopografi es tersebut.

"Jika Greenland ingin merdeka, kita harus memiliki fondasi yang kuat, baik dari segi ekonomi, industri, maupun bisnis," ujar Nielsen sebelum lepas landas bersama 168 penumpang penerbangan perdana, melansir The Independent.

Sebelumnya, akses penerbangan internasional ke Greenland sangat terbatas dan harus melalui bekas pangkalan militer Amerika Serikat peninggalan Perang Dunia II di Kangerlussuaq dan Narsarsuaq, sebelum penumpang melanjutkannya dengan pesawat kecil.

Pengembangan infrastruktur baru ini dilengkapi dengan terminal seluas 5.000 meter persegi serta landasan pacu sepanjang 2.200 meter yang sanggup didarati pesawat komersial berbadan lebar.

Langkah ini juga diambil usai munculnya dinamika geopolitik terkait wacana Presiden AS Donald Trump yang sempat menyatakan ketertarikannya untuk membeli wilayah strategis tersebut dari Denmark.

"Tidak diragukan lagi isu tersebut sempat menjadi bayangan ketegangan bagi Kerajaan Denmark, terutama Greenland. Pembukaan bandara internasional baru ini membawa harapan dan optimisme baru," ungkap Menteri Keuangan Denmark Peter Hummelgaard.

Maskapai Air Greenland telah berkomitmen membuka hingga enam kali penerbangan mingguan dari Kopenhagen selama musim panas mendatang. Pihak pengelola bandara juga tengah membidik kerja sama rute penerbangan langsung dengan maskapai asal AS dan Eropa daratan.

Kendati jumlah wisatawan internasional ke Greenland naik 65 persen sejak 2018 dengan mencapai 150 ribu kunjungan pada 2024, sektor pariwisata saat ini baru menyumbang kurang dari 5 persen terhadap PDB wilayah tersebut akibat keterbatasan kapasitas hotel dan fasilitas pendukung.

(wiw)
placeholder
LIHAT SELENGKAPNYA