Tas menjadi salah satu barang yang hampir selalu menemani aktivitas sehari-hari. Mulai dari bekerja, bepergian, hingga sekadar menghabiskan waktu di luar rumah, tas kerap diandalkan untuk membawa berbagai kebutuhan, seperti dompet, ponsel, botol minum, makeup, hingga laptop.
Namun, semakin banyak barang yang dibawa, semakin besar pula beban yang harus ditopang tubuh. Terlebih bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi dan harus berpindah dari satu tempat ke tempat lain menggunakan transportasi umum atau berjalan kaki.
Karena itu, memilih tas harian sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan model, warna, atau kapasitas penyimpanan. Bobot tas, material, konstruksi, hingga desain tali juga perlu diperhatikan agar nyaman digunakan dalam waktu lama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tas yang terlihat menarik belum tentu menjadi pilihan terbaik jika malah membuat bahu cepat pegal atau barang bawaan sulit ditata. Lantas, apa saja yang perlu diperhatikan saat memilih tas untuk aktivitas sehari-hari, berikut beberapa pertimbangannya, melansir Moral:
1. Perhatikan bobot dan desain tas
Salah satu hal penting dalam memilih tas adalah memperhatikan bobotnya, termasuk ketika tas masih dalam keadaan kosong. Tas yang sudah berat sebelum diisi tentu akan menambah beban ketika digunakan untuk membawa berbagai kebutuhan.
Selain bobot, desain tas juga berpengaruh terhadap kenyamanan. Tas selempang dengan tali yang dapat disesuaikan atau ransel bisa menjadi pilihan bagi pengguna yang banyak berjalan kaki dan membutuhkan keleluasaan bergerak.
Distribusi beban juga tidak kalah penting. Tas yang terlalu berat dan hanya bertumpu pada satu bahu berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan, terutama jika digunakan dalam waktu lama. Karena itu, sesuaikan model tas dengan jumlah barang yang dibawa dan durasi penggunaannya.
Bagi pekerja kantoran yang perlu membawa laptop, misalnya, tas dengan kompartemen khusus dan bantalan pelindung dapat membantu menjaga perangkat tetap aman sekaligus membuat barang bawaan lebih tertata.
2. Pilih material yang tahan lama dan mudah dirawat
Material menjadi pertimbangan berikutnya. Selain menentukan tampilan, jenis bahan juga memengaruhi bobot, daya tahan, dan kemudahan perawatan tas. Kulit, misalnya, memiliki tampilan klasik dan dapat digunakan dalam berbagai kesempatan. Namun, material ini membutuhkan perawatan agar kualitasnya tetap terjaga. Sementara itu, nylon dan kanvas dapat menjadi alternatif bagi mereka yang mengutamakan kepraktisan.
Nylon banyak digunakan untuk tas karena relatif ringan dan mudah dirawat. Beberapa jenis nylon juga memiliki karakteristik tahan terhadap percikan air sehingga cocok untuk menunjang aktivitas harian.
Selain bahan utama, perhatikan pula kualitas jahitan, pegangan, dan ritsleting. Bagian-bagian tersebut kerap menerima tekanan ketika tas digunakan untuk membawa banyak barang. Jahitan yang kuat dan aksesori berkualitas dapat membantu memperpanjang usia pakai tas.
3. Sesuaikan tas dengan kebutuhan aktivitas
Tidak semua tas cocok digunakan untuk setiap kegiatan. Tas untuk bekerja tentu memiliki kebutuhan berbeda dengan tas untuk menghadiri konser, berjalan-jalan, atau bepergian singkat.
Untuk aktivitas kantor, tas dengan ruang penyimpanan laptop, dokumen, dan perlengkapan kerja bisa menjadi pilihan. Sementara bagi pengguna yang sering menghadiri konser atau melakukan aktivitas santai, tas berukuran lebih ringkas dengan akses barang yang mudah dapat memberikan kenyamanan.
Hal ini juga menjadi perhatian Legato Largo, merek tas asal Jepang yang mengedepankan konsep ringan dan fungsional dalam desain produknya. Head of Global Operations Division Legato Largo, Mieko Hamasu, mengatakan kenyamanan dan fungsi menjadi dua aspek utama yang diperhatikan dalam merancang tas.
Salah satu pendekatan tersebut diterapkan melalui Burden-Free Collection. Koleksi yang menggunakan material nylon ini dirancang untuk memberikan pengalaman membawa barang yang lebih ringan.
Menurut Mieko, koleksi tersebut telah dipasarkan di Jepang selama lebih dari tiga tahun sebelum akhirnya dibawa secara resmi ke Indonesia. Kehadirannya di pasar Indonesia juga didorong oleh kebutuhan konsumen terhadap tas yang praktis dan nyaman untuk menunjang mobilitas.
"Walaupun diisi sampai full, tetap nyaman dan ringan dipakai. Jadi kita carry beratnya barang bawaan kita saja," ujar Mieko.
Selain Burden-Free Collection, Legato Largo juga memiliki lini tas yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Strapped Series, misalnya, ditujukan bagi mereka yang membutuhkan tas praktis untuk aktivitas sehari-hari, termasuk menghadiri konser.
Sementara itu, Lightweight Series dapat menjadi pilihan bagi pekerja kantoran yang perlu membawa laptop dan perlengkapan kerja lainnya. Mieko menilai kebutuhan tersebut relevan dengan kebiasaan masyarakat Indonesia, khususnya di kota besar, yang banyak mengandalkan transportasi umum dan memiliki aktivitas berpindah tempat.
"Banyak yang commuting, banyak yang naik public transportation. Even yang private transportation juga. Bawaannya banyak, apalagi cewek, semua dibawa di dalam tas," katanya.
4. Jangan lupakan kenyamanan saat digunakan
Tas harian yang ideal bukan semata-mata tas dengan kapasitas besar atau desain yang sedang tren. Pengguna perlu memastikan tas tersebut benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan aktivitas sehari-hari.
Sebelum membeli, coba kenakan tas dan perhatikan posisi tali, kenyamanan pegangan, serta bagaimana beban terasa ketika tas diisi barang. Pastikan pula kompartemen di dalamnya cukup untuk menata kebutuhan tanpa membuat barang menumpuk di satu sisi.
Kebiasaan memilah barang bawaan juga dapat membantu mengurangi beban. Tidak semua perlengkapan harus dibawa setiap hari, terutama jika tidak dibutuhkan selama beraktivitas.
Dengan mempertimbangkan bobot, material, desain, dan fungsi, tas tidak hanya menjadi pelengkap penampilan, tetapi juga dapat mendukung mobilitas sehari-hari dengan lebih nyaman.
(tis/tis)


