Kemendukbangga: 8 Juta Keluarga Teridentifikasi Berisiko Stunting

CNN Indonesia
Kamis, 05 Nov 2026 15:30 WIB
Mendukbangga Wihaji memaparkan data temuan Kemendukbangga dalam gelaran GENTING Collaboration Summit 2026 di Hotel Bidakara, Kamis (5/11).
Mendukbangga Wihaji memaparkan data temuan Kemendukbangga dalam gelaran GENTING Collaboration Summit 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (5/11). Setidaknya ada 8,1 juta keluarga yang berstatus keluarga risiko stunting. (dok. Kemendukbangga)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) melaporkan setidaknya ada 8,1 juta keluarga teridentifikasi sebagai keluarga risiko stunting (KRS). Inisiatif GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) pun jadi salah satu intervensi yang dilakukan Kemendukbangga.

Mendukbangga Wihaji menyampaikan data yang menunjukkan sebanyak 8,1 juta keluarga teridentifikasi sebagai KRS pada 2025. Stunting memang masih jadi 'pekerjaan rumah' besar di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk KRS, keluarga risiko stunting di negara kita ada 8,1 juta keluarga," kata Wihaji usai gelaran GENTING Collaboration Summit 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (5/11).

Menurut Peraturan BKKBN Nomor 12 Tahun 2021 KRS berarti keluarga memiliki satu atau lebih faktor risiko stunting. Faktor risiko stunting yang dimaksud yakni,

  • keluarga memiliki anak remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, anak usia 0-23 bulan atau anak usia 24 bulan-59 bulan,
  • berasal dari keluarga miskin,
  • pendidikan orang tua rendah,
  • sanitasi lingkungan buruk, dan
  • air minum tidak layak.

Selama ini ketika mendengar soal BKKBN (kini Kemendukbangga), orang kerap mengaitkan dengan alat kontrasepsi. Padahal, kata Wihaji, berdasar Perpres 180 dan Perpres 181, ada arahan bahwa urusan Kemendukbangga tak hanya sebatas kontrasepsi.

Kemendukbangga turut mengurus siklus kehidupan sejak seseorang belum lahir atau masih dalam perencanaan kedua orang tuanya. Kementerian, lanjut dia, berinvestasi terhadap sumber daya manusia.

Melihat angka KRS begitu besar, muncul inisiatif sejak 2024 untuk menyelenggarakan program GENTING. GENTING memungkinkan masyarakat saling membantu dengan menjadi orang tua asuh demi pencegahan stunting.

"Orang tua asuh sudah ada 180 ribu lebih dan yang sudah kita asuh sekitar 1,3 juta yang kalau dinominalkan [bantuannya] kira-kira [bernilai] 96 miliar," katanya.

Dari nominal ini, bantuan disalurkan untuk nutrisi, rumah layak huni, jamban sehat, air bersih, pemberdayaan ekonomi, dan edukasi.

Wihaji memastikan bahwa segala bantuan diberikan langsung ke penerima manfaat, bukan lewat kementerian.

Ia sendiri belum bisa memberikan seberapa besar dampak program GENTING terhadap penurunan stunting. Pada 2024, angka stunting mencapai 19,8 persen.

"Harapannya di 2025 turun," imbuhnya.

(els)
LIHAT SELENGKAPNYA