Kita mendengar berbagai jenis suara tiap hari, dari yang pelan hingga berisik. Salah satunya saat menonton film di bioskop.
Nah, baru-baru ini, film Godzilla Minus Zero yang baru tayang pada Rabu (4/11) di bioskop Indonesia, dikabarkan menyajikan tata suara yang terlalu menggelegar hingga muncul peringatan tingkat kebisingan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang konten kreator di akun X @imPatrickT, membagikan tingkat kebisingan film itu mencapai 90 desibel di smartwatch-nya saat sedang menonton, seperti diberitakan Games Radar.
Tak cuma film Godzilla terbaru, tingkat kebisingan ekstrem di bioskop belakangan ini juga sering terjadi. Contoh lain, yakni film The Odyssey garapan Christopher Nolan. Adegan jeritan Cyclops dan badai Poseidon tingkat kebisingannya dilaporkan mencapai 120 desibel di bioskop.
Lalu, sebenarnya seberapa keras suara yang bisa ditoleransi oleh manusia? Ini dia penjelasannya.
Berapa desibel suara yang dianggap terlalu tinggi?
Menurut laman National Institute on Deafness and Other Communication Disorders, terpapar suara yang terlalu keras dan berlangsung terlalu lama, bisa merusak pendengaran secara permanen.
Kerusakan yang dimaksud, yakni noise-induced hearing loss (NIHL) atau gangguan pendengaran akibat kebisingan.
NIHL memang tak langsung terasa, tetapi dapat berkembang seiring waktu, apalagi jika dikombinasikan dengan gangguan pendengaran seiring bertambahnya usia.
Adapun menurut National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH), orang yang secara konstan terpapar suara 85 dBA atau lebih, risiko mengalami NIHL bisa lebih tinggi.
Malah, paparan di bawah 85 dBA pun masih dapat mengalami kerusakan pendengaran. Hal ini karena ada beberapa orang yang lebih sensitif terhadap NIHL karena faktor genetik ataupun faktor lainnya.
Yang perlu dicatat, makin keras suara, makin besar kemungkinan pendengaran bisa rusak dan makin cepat pula kerusakan terjadi. Ini dia tingkat paparan dan durasi suara bising yang mungkin bisa merusak pendengaran:
- 85 dBA berlangsung beberapa jam.
- 100 dBA dan berlangsung setidaknya 14 menit.
- 110 dBA dan berlangsung setidaknya 2 menit.
Jika mengacu pada film Godzilla Minus Zero yang dilaporkan mencapai 90 desibel, sedangkan film itu sendiri berdurasi 135 menit, memang perlu berhati-hati jika ingin menontonnya di bioskop.
Sebagai gambaran, suara dengan 90 desibel seperti dikutip dari DecibelPro, biasanya dihasilkan oleh mesin pemotong rumput bertenaga bensin, bor listrik, traktor atau alat berat, hingga kereta bawah tanah yang baru tiba di peron.
Namun bukan berarti kamu tak bisa menonton berbagai film favorit di bioskop lagi. Ada beberapa cara memungkinkanmu untuk meminimalisasi paparan suara bising.
Apa yang bisa dilakukan untuk melindungi telinga?
Laman Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, memberikan sejumlah tips melindungi telinga ketika kamu sedang berada di lingkungan yang bising:
- Jauhi pengeras suara atau amplifier. Intensitas suara akan berkurang saat kita menjauh dari sumber suara.
- Gunakan penyumbat telinga secara teratur dan benar karena ini dapat secara signifikan mengurangi intensitas suara yang mencapai telinga.
- Mengistirahatkan telinga di tempat yang tenang selama 10 menit setiap jam.
Penyumbat telinga memang jadi salah satu alat yang ampuh untuk meredam suara bising. Umumnya, alat ini terbuat dari busa atau bahan serupa.
Namun ada cara menggunakan penyumbat telinga yang benar agar efektif mengurangi suara bising. Berikut ini panduannya:
- Gulirkan penyumbat telinga di antara ibu jari dan jari telunjuk untuk menekannya.
- Dengan tangan yang lain, tarik daun telinga ke atas dan ke belakang. Ini akan meningkatkan bukaan saluran telinga.
- Masukkan penyumbat telinga ke dalam saluran telinga, hingga kedalaman yang nyaman, dan tahan di tempatnya dengan jari sampai mengembang dan terpasang dengan aman.
Itu dia batasan suara yang dianggap terlalu bising bagi manusia dan bagaimana cara meredamnya agar kamu tetap bisa menonton film favoritmu di bioskop.
(rti)
