Meski terbilang proses alami, tapi berbagai perubahan akibat menopause kadang terasa tidak nyaman. Oleh karenanya, wanita perlu tetap aktif berolahraga untuk manajemen menopause. Berikut rekomendasi olahraga untuk wanita menopause.
Buat wanita, menopause bukan fase biasa. Transisinya kerap terasa tidak nyaman dan disertai gejala seperti, hot flashes, nyeri sendi, dan kenaikan berat badan yang tidak diinginkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, wanita juga bisa mengalami perubahan mood, kelelahan, kepadatan tulang menurun, dan penurunan kualitas tidur.
Olahraga untuk wanita menopause
Olahraga dapat membantu mengatasi gejala, menjaga kekuatan otot dan tulang, serta mendukung kesehatan jangka panjang.
Melansir dari berbagai sumber, olahraga rutin bermanfaat untuk manajemen berat badan, mengurangi nyeri sendi, tulang lebih kuat, menaikkan mood, dan membuat tidur lebih nyenyak.
Berikut rekomendasi jenis olahraga yang cocok untuk wanita menopause.
1. Latihan kardiovaskular
Latihan kardiovaskular membantu meningkatkan kesehatan jantung terutama meningkatkan efisiensi jantung dalam memompa darah.
Ketimbang pria, wanita lebih berisiko terkena penyakit jantung setelah menopause. Latihan kardiovaskular contohnya, menari, bersepeda, latihan dengan metode HIIT (intensity interval training), lari, dan berenang.
2. Latihan kekuatan
Strength exercise alias latihan kekuatan membantu pembentukan otot. Penurunan kadar estrogen akibat menopause membuat tubuh kehilangan massa otot. Hal ini kemudian berbuntut pada penurunan kekuatan dan kepadatan tulang.
Tak heran wanita menopause rentan mengalami osteoporosis. Risiko patah tulang dan jatuh semakin besar.
Ilustrasi. Olahraga untuk wanita menopause salah satunya latihan kekuatan. Olahraga ini bisa mengandalkan berat badan sendiri lewat squat, plank, dan push up. (Nindya Putri Hermansyah) |
Sangat penting melakukan latihan kekuatan guna mencegah osteoporosis. Kamu tidak harus langsung melakukan latihan berat. Latihan ini bisa dimulai dengan naik tangga, jalan kaki di tanjakan, latihan menggunakan berat badan sendiri (squat, push up, plank), dan angkat beban.
Yoga dan pilates pun juga membantu. Jika rutin ke gym, coba alat kebugaran yang berbasis resistensi.
3. Latihan keseimbangan dan mobilitas
Seiring bertambah usia, penting untuk menjaga keseimbangan. Keseimbangan yang baik dapat mencegah risiko jatuh dan berkaitan dengan penuaan yang sehat.
Jenis latihan keseimbangan dan mobilitas akan melibatkan aspek pikiran dan tubuh. Latihan ini pun dapat meredakan gejala menopause sekaligus menurunkan stres.
Olahraga untuk wanita menopause antara lain, yoga, pilates, dan tai chi.
(els)

