Meski kalah 0-2, Ukraina sejatinya mampu mengimbangi Jerman. Andriy Pyatov dan kawan-kawan bahkan beberapa kali mengancam gawang Manuel Neuer.
"Tim Jerman tak ubahnya seperti mesin. Mereka dipenuhi oleh pemain-pemain hebat. Sejak awal kami tahu bahwa kami akan menghadapi tim yang memiliki kualitas tinggi," ujar Fomenko seperti dikutip dari situs resmi UEFA.
Ukraina sempat membuat frustrasi Jerman dan menggagalkan mereka mencetak gol melalui permainan terbuka. Jerman tertolong oleh gol set piece di babak pertama dan baru mendapat gol kedua setelah Ukraina fokus melakukan serangan terakhir di masa injury time.
"Rencana kami adalah menahan Jerman untuk membobol gawang kami dan kami gagal melaksanakan rencana tersebut," tutur Fomenko.
Dengan kekalahan dari Jerman, Ukraina harus memaksimalkan dua laga tersisa lawan Polandia dan Irlandia Utara untuk merebut tiket menuju babak 16 besar.
"Kami harus melupakan kekalahan ini dan fokus pada laga selanjutnya. Dari segi fisik dan mental, kami akan baik-baik saja."
"Hal terpenting bagi kami saat ini adalah menemukan cara memenangkan laga selanjutnya," kata Fomenko. (ptr)