Hallgrimsson pun sukses menemukan strategi tepat. Sepanjang pertandingan, pergerakan Ronaldo bisa dihentikan lewat permainan kolektif dan disiplin dari seluruh tim Islandia. Dua bek tengah Islandia, Kari Arnason dan Ragnar Sigurdsson juga berulang kali memotong umpan silang Portugal dan membuang bola jauh ke tengah lapangan.
"Ada banyak pemain yang bertanggung jawab untuk Ronaldo, dan untungnya ia tidak mendapatkan banyak kesempatan."
Dalam laga yang digelar di Stadion Geoffroy-Guichard, Saint-Etienne, itu, Portugal mendominasi jalannya pertandingan dan menciptakan banyak peluang. Namun, tim besutan Fernando Santos itu hanya mampu mencetak satu gol lewat Nani pada menit ke-31.
Di babak kedua, Ronaldo dan kawan-kawan kembali mendominasi jalannya pertandingan dan menguasai bola hingga 66 persen waktu. Alih-alih memperbanyak gol, Portugal justru dijebol Birkir Bjarnason pada menit ke-50.
Selain senang karena permainan kolektif timnya baik saat bertahan atau ketika menghentikan Ronaldo, Hallgrimsson pun melontarkan pujian untuk para pendukung timnya yang datang ke Perancis.
Ada 7000 penduduk Islandia yang datang menyaksikan timnas mereka secara langsung, yang berarti dua persen dari total populasi negara.
"Penggemar Islandia fantastis, tak bisa dipercaya, kami seperti bermain di rumah sendiri. Ketika para pemain lelah, mereka terus menyuntikkan semangat," kata Hallgrimsson. (vws)