Lukaku mampu menunjukkan lagi ketajamannya dengan mencetak dua dari tiga gol ke gawang Republik Irlandia (skor 3-0). Satu gol lagi disumbangkan oleh rekan setimnya, Axel Witsel pada menit ke-61.
Sepanjang laga tersebut, ada pemandangan pula ketika wilmots sesekali terlibat pembiraan serius dengan Lukaku itu di pinggir lapangan.
"Saya rasa ia mencetak empat gol dalam empat pertandingan (sebelum Piala Eropa)," Wilmots menambahkan.
"Namun, ketika ia gagal mencetak gol ke gawang, setiap orang mengatakan semua itu hal yang berbeda."
Dalam situasi krisis tersebut, Wilmots pun berusaha menjadi teman, bukan sekadar sang juru taktik di lapangan. "Saya hanya butuh untuk menjelaskan sesuatu ke dia dan meyakinkan agar ia tahu bahwa saya benar-benar mempercayainya," tuturnya.
Wilmots pun mengaku merasa lega bisa meyakinkan dan memulihkan kepercayaan diri pemainnya itu. "Hasilnya, ia bisa melakukan seperti yang saya harapkan hari ini (Sabtu, 18/6)."
Menurutnya, kemenangan Belgia atas Republik Irlandia bukan sekadar timnya berada di atas level lawannya.
Salah satu yang ia tekankan adalah pada kekompakan tim, bukan sekadar skuat bertabur bintang. "Persautan sangat penting. Kami menang dan kalah bersama," tegas Wilmots. (bac)