Keane juga menegaskan bahwa para pemain Irlandia tahu cara dan waktu yang tepat untuk 'menghentikan' pertandingan ketika mereka dalam situasi berbahaya.
"Dari sudut pandang pemain, jika Anda bisa mencium bahaya dan Anda berpikir bahwa kita akan segera terkena masalah, maka lakukanlah yang Anda bisa untuk mendapatkan hasil yang benar. Jika memang butuh pelanggaran, maka langgarlah dia. Ini bukan kejahatan. Anda mungkin akan mendapatkan kartu kuning, atau bahkan kartu merah, tapi tim Anda akan menang. Anda harus berkorban demi tim Anda."
Keane sendiri melontarkan kekagumannya pada cara-cara tim Italia melakukan pelanggaran seperti yang ia jabarkan. Ia memberikan contoh bagaimana Eder dengan sengaja melanggar gelandang Belgia, Dries Mertens, di menit ke-74 laga antara Italia melawan Belgia.
Eder mendapatkan kartu kuning, tapi di saat bersamaan peluang emas Belgia menyamakan kedudukan dalam posisi ketinggalan 0-1 sirna.
Keane kemudian menjabarkan bahwa Irlandia tidak bisa melakukan hal yang sama ketika berhadapan melawan Belgia dan akhirnya kebobolan tiga kali.
Mantan gelandang Manchester United itu juga mengatakan bahwa kesukesan Italia mengalahkan Belgia bukan suatu kebetulan.
"Mereka punya segalanya. Mereka punya pemain berpengalaman, mulai dari penjaga gawang, bek tengah, hingga (Daniele) De Rossi di lini tengah, yang sangat-sangat saya sukai," kata Keane.
(vws)