"Dia (Buffon) berkata pada saya bahwa hal terbaik yang harus dilakukan saat kita merasa buruk adalah menangis di ruangan terkunci. Tapi, jangan pernah menunjukkan kelemahan itu di hadapan orang lain," uajr Morata seperti dilansir dari media Spanyol, Marca, Selasa (21/6).
Saran kapten timnas Italia itu pun menjadi sebab berubahnya penampilan fisik Morata di pertengahan musim kompetisi lalu. Ujung tombak Spanyol di Piala Eropa 2016 itu memang sempat mencukur rambut dan jenggotnya usai menderita cedera.
Selain mengganti penampilan fisiknya, Morata juga mengaku terus menjalani latihan keras usai melalui masa sulit dalam perjalanan kariernya.
"Sangat menakutkan bila kembali mengingat apa yang saya lakukan, namun rutinitas itu juga pasti akan dilakukan oleh pemain lain bila mereka ada di bawah tekanan."
"Saya telah bekerja keras dan melalui masa-masa buruk sebelum sampai ke sini (Piala Eropa). Jadi, sekaerang saya dapat menikmati hasilnya dan berupaya sekuat mungkin untuk juara," kata Morata.
Morata sukses melanjutkan kiprah gemilangnya di Juventus dengan dua gol di dua laga awal Spanyol. Dengan raihan dua gol itu, total sudah lima gol disarangkan Morata bagi Spanyol sepanjang karirnya sebagai pesepakbola. (ptr)