"Bagi saya, ini semua seperti kejadian sepanjang musim lalu. Di Atletico kami memenangi laga dengan skor 1-0 dan harus berjuang hingga menit terakhir."
"Saya berharap hal itu akan sedikit berbeda di timnas Perancis. Tetapi ternyata semuanya sama saja. Kami tahu laga ini akan sulit dan kami harus melihat kembali kelebihan dan kekurangan kami," ujar Griezmann seperti dilansir situs resmi UEFA.
Sebelum menang tipis 2-1 atas Irlandia, Perancis juga sering bekerja keras untuk meraih kemenangan di babak penyisihan.
Les Blues baru mencetak gol kemenangan di pengujung pertandingan dalam laga lawan Rumania, begitu juga halnya dengan saat mereka berhadapan dengan Albania.
Namun, terlepas dari upaya ekstra yang harus dikerahkan Perancis untuk melaju ke babak perempat final, Griezmann tetap merasa senang karena negaranya berhasil melaju ke babak delapan besar.
"Saya sangat senang kami berhasil lolos ke babak selanjutnya. Perjalanan masih jauh jadi kami harus meningkatkan performa lagi."
"Tapi kami akan menikmati proses tersebut. Saat melawan Irlandia kami memberikan segalanya di paruh kedua dan Anda dapat melihat tim Perancis yang berbeda," tutur Griezmann.
Keberhasilan Perancis melaju ke perempat final usai membalikkan keadaan menjadi prestasi tersendiri bagi Les Blues.
Pasalnya, sudah lama Perancis tak mampu bangkit usai tertinggal. Terakhir kali hal itu terjadi yaitu pada laga melawan Inggris di Piala Eropa 2004.
Di babak perempat final nanti, Perancis juga berpotensi kembali menghadapi Inggris, jika skuad The Three Lions mampu mengatasi perlawanan Islandia di babak 16 besar. (ptr)