"Kami punya alasan untuk menangis. Kami sudah memberikan segalanya dan hampir lolos. Kekalahan ini benar-benar membuat kami terkejut. Kami melangkah maju dan kami masih punya tanggung jawab lainnya," ujar Buffon sambil menahan air mata.
Rekan setim Buffon di Juventus, Andrea Barzagli, juga tidak mampu menahan air mata ketika wawancara Rai Sport. Bahkan bek 35 tahun jauh lebih emosional daripada Buffon.
Gianluigi Buffon menangis usai pertandingan. (REUTERS/Darren Staples) |
"Ini kekecewaan yang besar, karena kami telah memberikan segalanya. Kekalahan ini akan diingat selamanya. Kami minta maaf. Tidak ada yang bisa diperbuat, hanya kekecewaan," ucap Barzagli sambil menangis.
Berbeda dengan Buffon yang posisinya diprediksi masih akan aman di timnas Italia hingga Piala Dunia 2018, Piala Eropa 2016 kemungkinan besar turnamen terakhir Barzagli bersama Gli Azzurri.
Barzagli merupakan pemain tertua dari trio bertahan yang dimiliki Italia dan Juventus saat ini. Giorgio Chiellini masih 31 tahun, sedangkan Leonardo Bonucci baru 29 tahun.
Barzagli, bersama Buffon dan Daniele De Rossi, merupakan tiga pemain tersisa dari skuat Italia yang memenangi Piala Dunia 2006. (har)
Gianluigi Buffon menangis usai pertandingan. (REUTERS/Darren Staples)