Buku yang berisi puluhan puisi prosa tentang seseorang bernama Almustafa itu pertama diterbitkan tahun 1923. Hingga kini, karya itu telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 40 bahasa.
The Prophet akan kembali diseret ke dunia modern. Namun, kali ini bukan lewat buku. Adalah Salma Hayek, aktris berdarah Meksiko dan sukses di dunia Hollywood, yang memproduksinya menjadi sebuah film animasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang menarik, film itu ‘dikeroyok’ oleh sembilan sutradara. Kesembilan nama itu adalah Roger Allers, Tomm Moore, Joan C. Gratz, Joann Sfar, Bill Plympton, Paul dan Gaetan Brizzi, Michal Socha, Nina Paley, dan Mohammed Saeed Harib. Masing-masing memberikan sentuhan berbeda di setiap bagian, untuk keutuhan film.
Proyek film itu sebenarnya sudah lama didengungkan, sejak sekitar 2012. Hayek ingin memfilmkannya karena mengaku sebagai salah satu penggemar buku fenomenal Gibran itu. Ia punya pengalaman tersendiri soal itu.
“Kakek saya selalu menyimpan The Prophet di meja sampingnya,” kata Hayek. “Saya membacanya, dan terasa seperti kakek membicarakan serta mengajarkan hidup pada saya melalui buku ini,” ucapnya melanjutkan.
Hayek menambahkan, hampir semua orang yang terlibat dalam pembuatan film memang punya pengalaman khusus dengan The Prophet. Mereka bahkan tidak terlibat demi uang, melainkan lebih pada pemuasan diri.
“Film animasi biasanya butuh lima tahun untuk menyelesaikannya, tapi ini hanya dua tahun,” ujar Hayek.
Bagi Hayek sendiri, membuat film animasi dari buku sefilosofis The Prophet bukan hal mudah. Namun, ia menganggapnya tantangan. “Sebenarnya, itu sangat menyenangkan. Saya tidak merasa seperti sedang berkhotbah atau menasihati orang,” tuturnya mengungkapkan. Ia juga menikmati perannya sebagai produser.