Kehangatan semangkuk gulai kepala ikan buatan Mak (Dewi Irawan) yang berasal dari Padang, melecut semangat dan keteguhan hatinya kembali. Meski harus menghadapi konflik internal dan eksternal, kuliner mampu meluluhkan kekerasan hati yang tercipta.
Sama seperti budaya, kekayaan kuliner pun bisa menjadi pengikat bangsa. Itulah yang termaktub dalam film <i>Tabula Rasa</i>.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengusaha asal Gorontalo itu mengatakan, <i>Tabula Rasa</i> menyebarkan ajaran untuk memilih produk lokal. “Ternyata yang lokal kan lebih baik dari yang impor,” ujarnya. Selain itu, JK juga melihat betapa keragaman cara menikmati kuliner nusantara dipaparkan melalui film itu.
Sayang, JK tidak sempat menonton film yang diproduseri Sheila Timothy dan Vino G Bastian itu. Di tengah film, ia pamit karena harus menghadiri acara lain. Meski begitu, hanya dari separuh film JK sudah bisa mengambil nilai positif dari <i>Tabula Rasa</i>.
“Bagus, silahkan ditonton,” ucapnya sambil tersenyum.