Itu disampaikan sendiri oleh Ozzy Osbourne, sang vokalis. "Seluruh pengalaman Sabbath selama ini luar biasa. Kita berteman, dan tidak main-main. Kita tahu masih ada pekerjaan yang harus dilakukan, dan kami melakukannya. Itu sangat menyenangkan," tuturnya, seperti diberitakan The Guardian.
Osbourne melanjutkan, "Jadi kita akan membuat satu album lagi, dan tur final."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya berkata pada istri, saya bukan anak 21 tahun lagi. Kalau kita akan melakukan hal besar, saya ingin melakukannya sebelum berusia 70 tahun. Waktu tidak di pihak kita," ujarnya. Maka Osbourne mendatangi label dan kawan-kawannya, menawarkan mereka opsi untuk kembali berkarya bersama.
Memang, itu baru sebatas tekad. Belum ada materi baru yang bisa digarap. Meski begitu, Osbourne tetap optimistis. Ia bahkan menargetkan, tahun depan album ke-20 Black Sabbath akan rampung. "Saya akan terbang ke bulan jika memang perlu," ucapnya, menandakan semangat dan ketegasan.
Tekad Osbourne itu mungkin juga terpengaruh euforia kesuksesan 13. Bersama personel asli Tony Iommi dan Geezer Butler, ia mencetak prestasi khusus untuk album itu. 13 menjadi hit internasional. Di Inggris, album itu menjadi nomor satu, rekor baru setelah 43 tahun 'kemarau' prestasi.
Saat pertama merilis 13, Osbourne sudah pernah membicarakan soal album baru Black Sabbath lagi. Tapi, saat itu ia belum sebersemangat sekarang. "Saya tidak menjanjikan apapun kepada siapapun," ujarnya kala itu. Ia bahkan berkata, kemungkinan Black Sabbath akan berakhir di angka 13.
Ternyata, 13 menjadi harapan baru bagi Black Sabbath.