Usia kaus band terkadang lebih abadi ketimbang kelompok musiknya sendiri. Gennaro Castaldo, seorang perwakilan perusahaan retail HMV mengatakan, itu terjadi karena penggemar band rata-rata baby boomer. Mereka lahir di usia yang sama dengan band-nya, dan besar dengan musik itu.
Kaus band, bagi mereka adalah 'klangenan'. Saat band sudah mati, mereka masih ingin mengabadikannya dalam memori. Kaus band media tepat untuk itu. Di luar negeri, kaus band juga dikenal dengan sebutan 'kaus konser'. Sebab, itu banyak dijual bersamaan dengan suvenir lain di konser band tertentu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Paling laris: Black Sabbath
Predikat terlaris disabet Black Sabbath berdasarkan data perusahaan retail asal Inggris, HMV. Kaus yang paling populer adalah bermodel vintage dan bergambar tur Black Sabbath tahun 1978. Selain Black Sabbath, kaus yang juga terpopuler adalah milik band hard rock Led Zeppelin dan The Beatles.
Paling mahal: John Lennon
Ada sebuah kaus yang beberapa kali digunakan John Lennon saat manggung bersama The Beatles. Warnanya hitam, bertuliskan HOME di bagian dada. Di tengah huruf O, terdapat kepalan tangan kanan yang teracung, menandakan semangat dan perlawanan. Sejak dipakai Lennon, kaus itu langsung populer, dan diproduksi berlanjut.
Bahkan, kaus itu pernah menjadi yang termahal. Harganya mencapai US$ 16.400, atau sekitar Rp 198 juta. Dalam tiap produksinya, kaus itu bisa berwarna-warni. Namun, desain utamanya tak pernah berubah. Kaus itu sejatinya pemberian Richard Ross. Ia merupakan pemilik restoran di New York Upper East Side yang sering dikunjungi Lennon bersama Yoko Ono, istrinya.
Paling populer: The Beatles
Aksesoris The Beatles mungkin yang paling mudah ditemukan, termasuk kausnya. Itu sebabnya kaus The Beatles selalu yang paling populer. Hampir semua penjual kaus band menawarkannya. Bahkan, kaus bergambar band asal Inggris itu menjadi strategi pemasaran bagi beberapa gerai penjual kaus band. Dengan memasang The Beatles, pamor mereka akan naik.
Di samping itu, fenomena populernya kaus band The Beatles juga punya dampak negatif. Kaus-kaus mereka banyak dipalsukan. Wajah mereka menghiasi kios jalanan. Kaus band The Beatles tak lagi eksklusif. Mereka bisa dimiliki bahkan dengan harga murah.
Paling awal: Frankie Goes to Hollywood
Kelompok musik asal Inggris yang populer tahun 1980-an, Frankie Goes to Hollywood adalah pionir di bidang kaus band. Kelompok itu melejit lewat lagu pertamanya, Relax. Frankie Goes to Hollywood kemudian meluncurkan kaus bertuliskan FRANKIE SAYS RELAX, yang langsung fenomenal. Kala itu, kaus sedang menjadi media tren menyampaikan aspirasi.
Kaus band langsung jadi populer. Itu dijadikan 'usaha sampingan' artis mencari tambahan uang selain dari penjualan album fisik semata. Di setiap konser, kaus band laris manis. Permintaan kolektor yang terus berburu juga membuat gerai-gerai khusus penjual kaus band bermunculan.
Paling ikonik: Iron Maiden
Logo band Nirvana, Rolling Stone, dan Metallica memang ikonik. Hanya dengan mencantumkan logo itu di kaus tanpa nama band, semua pencinta musik akan langsung mengenalinya. Namun, keikonikan Iron Maiden berbeda. Band heavy metal asal Inggris itu selalu punya ciri khas di setiap kausnya, selain sekadar logo.
Kaus Iron Maiden selalu disertai gambar kartun menyeramkan, berwarna terang, dan ramai. Cetakan gambar itu dibuat memenuhi kaus bagian depan, disertai tulisan Iron Maiden di atasnya. Masing-masing gambar seperti punya cerita di setiap kaus. Gambar itu membuat pemakainya tampak lebih gahar.