"Saya mendengarkannya sekali, dan itu terdengar seperti suara kentut," kata Hawkins seperti dilansir dari NME, Selasa (11/11) .
Taylor lantas membandingkan album baru U2 dengan novel 1984 karya George Orwell yang menceritakan tentang negara totaliter. Menurut Taylor, gaya distribusi album U2 dianggap mirip dengan gaya totaliter. Semua pengguna iTunes secara otomatis akan mendapat album baru dari U2.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya album U2 yang dibagikan secara gratis juga menuai kritik dari band gaek Pink Floyd. Penabuh drum Pink Floyd, Nick Mason menganggap tindakan tersebut sebagai upaya mendegradasi nilai musik itu sendiri.
Mason menambahkan tindakan U2 sebagai sebuah ketidakpekaan terhadap kondisi industri musik di abad ke-21 yang sedang berada di titik terendahnya.
(Baca juga: Black Keys: Album U2 Degradasi Musik Mereka)
"Mereka melakukannya dengan cara yang salah," kata Mason.
Sementara itu pentolan U2, Bono, sendiri sempat melontarkan permintaan maaf kepada para pengguna yang merasa tidak nyaman dengan cara distribusi album mereka. Namun kemarin, Bono kembali berkilah bahwa yang dilakukannya adalah cara baru.
(Baca juga: Bono U2 Berkilah Soal Musik Gratis)
"Kami menemukan banyak orang yang awalnya tidak tertarik dengan U2 kemudian menjadi gila dengan U2 gara-gara album tersebut. Saya menyebut itu sebagai sebuah peningkatan hubungan," ucap Bono.