Sigit Pramono Ketua Umum Perhimpunan Bank-Bank Nasional yang juga menjadi penyelenggara Jazz Gunung dan Banyuwangi Beach Jazz Festival menyatakan menonton pertunjukkan musik jazz di dalam gedung sudah menjadi hal biasa. Karena itu, tidak ada salahnya jika membawa jazz ke alam.
Musik jazz sendiri terlihat elit oleh masyarakat Indonesia, di mana hanya beberapa kalangan yang dapat menikmati musik ini secara live. Stigma ini yang berusaha dipatahkan oleh Djaduk Ferianto dan Sigit bahwa jazz tidak hanya dapat dinikmati di dalam gedung saja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Djaduk stigma bahwa jazz musik elit adalah tidak benar. Menurutnya hanya di Indonesia jazz dijadikan eksklusif. "Ruang ekspresi itu tidak terbatas," kata Djaduk mengungkapkan.
Ia juga mengatakan bahwa di Banyuwangi Beach Jazz Festival tidak akan mengganggu lingkungan pantai. "Kami tidak membangun gedung dan lain-lain, beda dengan Jazz Gunung itu sudah ada ampitheatre-nya khusus. Pantai Boom sendiri juga dulunya ramai dan menjadi pusat bagi para nelayan," kata Sigit menjelaskan.