Hal ini dikatakannya dengan mengunggah sebuah video di laman Facebooknya. Dalam video ini ia menangis meminta bantuan pada semua orang yang menontonnya.
Hal ini tentunya sangat menyedihkan, mengingat band ini pernah populer dan berhasil menjual lebih dari 24 juta copy album. Di tahun 1999, lewat album Human Clay mereka pernah mendapat 11 kali platinum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Stapp mengatakan, bahwa awal mula kebangkrutannya dimulai karena ada yang memanfaatkan dirinya. "Ada orang-orang yang mengambil keuntungan dan mencuri uang saya. Mereka berusaha untuk mendeskriditkan dan memfitnah saya," ujarnya.
Selain mengaku jatuh miskin, Stapp juga merasa terganggu dengan adanya serangan bertubi-tubi yang dialamatkan kepadanya. Dalam video berdurasi 15 menit ini, Stapp Serangan yang dimaksudnya adalah dengan rumor yang beredar tentang kematian dan seputar keterlibatannya dengan narkoba. Namun, ketika membuat video, ia mengaku tak sedang dalam pengaruh alkohol.
Penyanyi berusia 41 tahun ini memang pernah kecanduan alkohol di masa lalu, namun ia menegaskan kalau dia sudah bersih. Bahkan ia selalu melakukan tes darah dan urin seminggu sekali untuk membuktikannya.
Namun istrinya, yang sudah mengajukan dokumen perceraian, mengatakan kalau Stapp kerap mengonsumsi obat terlarang. Lagi-lagi Stapp membatahnya dan mengatakan istrinya membuat tuduhan palsu kepadanya.
Namun menurut berita terbaru yang dikutip dari TMZ, kesatuan polisi dari Palm Beach sudah melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan di rumah Stapp dan berbincang dengan Stapp serta istrinya. Semuanya baik-baik saja.