Media pers Inggris mengungkap, De Niro mengakrabi ganja sejak muda, sebelum bermain dalam film Taxi Driver yang melambungkan namanya. Saat kariernya tengah menanjak, berkat lakonnya di Raging Bull dan The Deer Hunter, De Niro mulai kecanduan kokain.
Selama ini, De Niro tertutup soal kehidupan pribadi. Namun di buku biografi De Niro: A Life, sang aktor berwajah cool ini tak ubahnya telanjang bulat. Penulis Shawn Levy juga mengungkap detail baru tentang sifat kompulsif De Niro terhadap wanita.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
De Niro dikabarkan selalu dekat dengan wanita berkulit gelap. Pernikahan pertama dengan aktris Diahnne Abbott tak berumur panjang. Sejak itu, cukup lama De Niro membujang. Hubungan cintanya jarang diekspos, karena menurut Levy, De Niro memang tak suka mengumbarnya.
De Niro lebih menyukai hubungan tanpa komitmen, supaya leluasa mengencani wanita lain. Namun hubungannya dengan Springs bertahan hingga beberapa tahun. Saat Springs hamil pertama kali, De Niro tampak kurang suka. Wanita cantik pun terpaksa melakukan aborsi, meskipun semula ia sangat menginginkan anak.
“Springs menggambarkan momen itu dipenuhi tekanan dan intimidasi,” kata Levy. Saat Springs hamil kedua kali, De Niro tak melarang. Ia memberi kekasihnya uang US$ 50 ribu, namun menolak namanya dicantumkan di akte kelahiran. Ia khawatir Springs kelak memerasnya dengan dalih anak.
Masih banyak sisi gelap tentang pria yang tumbuh besar di Greenwich Village, New York, AS, yang diumbar di bukunya. Ia pernah mem-bully Cybill gara-gara sang aktris menolaknya berkencan. Menurut sutradara Peter Bogdanovich, De Niro tega membuat Shepherd “serasa di neraka.”
Para wanita yang mengisi “daftar mantan” De Niro era ’80-'90-an, dari Gillian de Terville, Naomi Campbell, Whitney Houston, Veronica Webb, Uma Thurman, dan Toukie Smith. Akhirnya, De Niro bertekuk lutut, menikahi Grace Hightower pada 1997, dan dikaruniai anak kembar.
Berkeluarga tak lantas meredam sikap temperamental De Niro. Agaknya, sikap ini dipengaruhi pengalaman buruk semasa kecil. Sang ibu meninggalkan ayahnya, seorang pelukis ekspresionis yang biseksual, setelah dua tahun menikah, lalu hidup bersama dengan pacar-pacarnya.
“Sebagai anak tunggal, De Niro sangat kesepian. Hidup bersama orang-orang dewasa, tidak punya teman sepermainan yang sebaya,” kata Levy. Di satu sisi, pengalaman semasa kecil ini sangat mempengaruhi kadar temperamennya, dan di sisi lain mendorongnya jadi aktor hebat.