Dirilis 2013, Frozen sukses meraup US$ 1,2 miliar atau Rp 14,6 triliun di seluruh dunia. Menjadikannya sebagai animasi dengan keuntungan terbesar kelima sepanjang sejarah. Penjualan album soundtrack-nya pun melibas penjualan album musisi.
(Baca Juga: Album Soundtrack Melibas Album Musisi)
“Itu semua sedang dikerjakan,” kata bintang Broadway itu membocorkan rahasia seperti dikutip dari laman Telegraph. Idina berharap dapat kembali menjadi Elsa di sekuel Frozen, meski dia tidak ikut turun ke versi pertunjukkan musikalnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Idina dikenal dengan penampilannya di Broadway ketika memerankan Elphaba di Wicked. Dia belum lagi mendapatkan perannya di Glee. Idina merasa aneh karena anak-anak perempuan mengenali dirinya sebagai pengisi suara di balik karakter Frozen.
Tak mudah bagi Idina menyanyikan lagu terkenal yang membuatnya memenangkan piala Oscar itu. “Saya tidak bisa memberikan tips bagaimana cara menyanyikan Let it Go. Saya kadang tidak bisa menyanyikannya," kata Idina mengungkapkan.
"Saya tidak bisa bangun pada pagi hari dan langsung menyanyikan lagu tersebut.”
“Saya menyarankan semua orang yang senang lagu tersebut untuk menyanyikannya dengan lantang dan bangga. Serta menyanyikannya saat berkaraoke, mandi, di dalam mobil, dan jangan khawatir saat mencapai nada tinggi,” kata Idina menyarankan.
Film Frozen seperti tidak mengenal kata akhir. Penelitian yang dilakukan National Retail Federation mengungkapkan bahwa cendera mata Elsa dan Anna mengalahkan Barbie di posisi mainan Natal teratas. Itu artinya berakhirlah kekuasaan boneka Mattel selama 11 tahun.
Sementara, sambil menunggu sekuel Frozen akan ada film pendek yang dapat mengobati rasa rindu terhadap Elsa dan Anna. Rencananya film pendek tersebut dirilis pada musim semi nanti. Dengan judul Frozen Fever, semua orang dapat melihat kembali kehadiran Elsa, Anna, Kristoff, dan Olaf si manusia salju.
“Frozen Fever bercerita tentang ulang tahun Anna di mana Elsa dan Kristoff berencana untuk memberikan perayaan terbesar yang pernah ada. Namun kekuatan es milik Elsa membuat acara pesta ini menjadi terancam,” kata penjelasan dalam film tersebut.