KABAR SELEBRITI
Putri Al Pacino Jadi Produser Film
CNN Indonesia
Senin, 08 Des 2014 16:27 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Julie Pacino, putri Al Pacino, menjajal peran baru sebagai produser film. Proyek pertamanya, film Billy Bates, ditayangkan di Quad Cinema, bioskop megah di New York, AS, pekan ini.
“Saya mendapat saran terbaik dari ayah, dan saya aplikasikan dalam kehidupan saya setiap hari,” kata perempuan berusia 25 tahun, putri sang aktor kaliber Oscar dengan Jan Tarrant.
“Ayah menyarankan agar saya memegang teguh feeling dan passion, karena inilah yang membangkitkan semangat saat didera kebosanan. Solusinya bukan mengingat alasan terjun ke bisnis perfilman.”
Julie membangun perusahaan Poverty Row Entertainment bersama Jennifer DeLia, sutradara Billy Bates. Al dikabarkan sudah mengintip film yang diproduseri putrinya ini sebelum dirilis.
“Ayah benar-benar memahami dan mengapresiasi orisinalistas film ini,” kata Julie. Sementara itu, di kesempatan terpisah, Al memuji komitmen Julie melakukan hal yang disukainya.
Julie sempat berujar tak ingin jadi bayang-bayang sang Ayah. Ia melakukan sendiri usahanya, termasuk menggarap film pendek Abracadabra yang ditayangkan di Cannes Film Festival tahun lalu.
Perempuan berusia 25 tahun ini mengatakan, “Orang tua mendidik saya dengan perspektif. Ibu selalu menjaga dan memastikan saya bisa mendapatkan sesuatu bukan lantaran campur tangan Ayah.”
“Saya mendapat saran terbaik dari ayah, dan saya aplikasikan dalam kehidupan saya setiap hari,” kata perempuan berusia 25 tahun, putri sang aktor kaliber Oscar dengan Jan Tarrant.
“Ayah menyarankan agar saya memegang teguh feeling dan passion, karena inilah yang membangkitkan semangat saat didera kebosanan. Solusinya bukan mengingat alasan terjun ke bisnis perfilman.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Ayah benar-benar memahami dan mengapresiasi orisinalistas film ini,” kata Julie. Sementara itu, di kesempatan terpisah, Al memuji komitmen Julie melakukan hal yang disukainya.
Perempuan berusia 25 tahun ini mengatakan, “Orang tua mendidik saya dengan perspektif. Ibu selalu menjaga dan memastikan saya bisa mendapatkan sesuatu bukan lantaran campur tangan Ayah.”