Namun, tidak semua buku diminati pembaca. Seperti diberitakan Time, rak toko buku yang benar-benar diserbu adalah bacaan untuk anak dan remaja-dewasa. Penjualan di kategori itu meningkat sekitar 22,4 persen selama Januari sampai September 2014, dibanding periode yang sama tahun lalu.
Itu didapat dari laporan Media Bistro. Sementara buku-buku remaja mencapai puncak kejayaan, fiksi maupun nonfiksi dewasa justru mengalami penurunan 3,3 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Itu bukan fenomena baru. Survei Bowker Market Research tahun 2012 menemukan, 55 persen novel remaja dewasa dibeli oleh orang dewasa. Sekitar 28 persen di antaranya, berusia 33 sampai 44 tahun.
Namun, studi Nielsen bulan ini menemukan bahwa hanya sedikit uang yang dibelanjakan para remaja untuk buku elektronik. Meski mereka amat kecanduan gadget, uang yang dikeluarkan untuk membeli buku elektronik hanya US$ 20 atau Rp 254 ribu. Buku cetak konvensional masih lebih disukai.