Penikmat Musik tentunya tak asing dengan hits Fancy, Chandelier, dan Amnesia yang masing-masing didendangkan Iggy Azalea, Sia dan 5 Seconds of Summer. Tak hanya mencetak hits, lagu-lagu asyik ini juga mendapat apresiasi berskala internasional.
Tahun ini layak disebut tahunnya artis Negeri Kanguru. Sebab bukan persoalan mudah menembus pasar AS, juga Eropa. Guy Sebastian bahkan harus berjuang hingga album ke-delapan Madness sampai penikmat musik di Negeri Paman Sam sudi menyimak lagunya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, rap princess Iggy Azalea tak henti menjalin kerja sama dengan artis AS dan Inggris. Sebut saja, Jennifer Lopez, Jessie J, Nicki Minaj, juga Rita Ora. Lagunya “nyangkut” di Billboard Hot 100. Artis di luar AS yang bisa melakukannya antara lain The Beatles.
Terlepas dari persoalan itu, ada Sia Furler yang albumnya 1000 Forms Of Fear berhasil menduduki peringkat teratas No. 1 di Billboard 200. Penyanyi dan penulis lagu yang tak pernah memamerkan wajahnya ini pun diburu artis AS.
Beyoncé dan Rihanna adalah dua di antara tujuh artis AS yang minta dibuatkan lagu oleh Sia. Ini pertanda, eksistensi artis Australia sudah diterima di AS. Sukses yang terbilang kilat, mengingat Kylie Minogue butuh bertahun-tahun untuk menembus AS.
Australia sendiri masih punya segudang “amunisi” artis berbakat lainnya. Empat di antaranya, Andras & Oscar, Chet Faker, Megan Washington, dan Bertie Blackman yang masing-masing menjagokan lagu Cafe Romantica, Built On Glass, There There, dan The Dash.
Agaknya saat ini, keberuntungan belum berpihak kepada mereka, sekalipun dari segi bakat keempatnya jelas tak kalah. Namun dengan meroketnya pamor Sia, Iggy dan 5SOS, bukan mustahil tahun 2015 mendatang bakal menjadi tahun artis Australia lainnya.